Playmaker Manchester City, Kevin De Bruyne menyatakan ingin menambah dua tahun lagi dalam karier bermainnya setelah adanya masa sulit akibat virus corona.
De Bruyne menikmati musim terbaiknya bersama City sebelum kampanye sepakbola Inggris termasuk Liga Primer dihentikan tanpa batas waktu menyusul adanya wabah COVID-19.
Sang gelandang 28 tahun telah menyumbangkan delapan gol dan 16 assist di Liga Primer musim ini, dan sukses meraih trofi mayor kedelapan bersama klub setelah menjuarai Piala Liga pada Februari lalu.
Ia juga memainkan peran penting saat pasukan Pep Guardiola lolos ke fase gugur Liga Champions dan perempat-final Piala FA, terutama membintangi kemenangan besar City dalam duel leg pertama babak 16 besar melawan Real Madrid.
De Bruyne sekarang dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa bahkan dunia, dan layak menjadi penantang Ballon d'Or 2020.
Namun, kegemilangannya harus terhenti dan kini dipaksa untuk berdiam diri dan berlatih secara pribadi di rumahnya yang berada di Manchester, setelah pemerintah Inggris menerapkan kebijakan lockdown guna mengurangi dampak penyebaran virus.
Bintang andalan City itu mengakui sangat merindukan sepakbola selama menjalani karantina, hal itu diungkapkan kepada para pengikutnya dalam sesi siaran langsung di Instagram.
"Saya bilang pada istri bahwa saya akan bermain sedikit lebih lama," buka De Bruyne.
"Setelah periode lockdown ini, saya tidak bisa berdiam diri di rumah. Saya katakan kepadanya bahwa saya perlu bermain dua tahun lebih lama lagi."
"Saatnya bermain sepakbola lagi. Saya merindukannya dan itu sulit. Tapi kami tidaklah penting, sepakbola tidak penting. Orang-orang mencintai sepakbola, tapi kalian semua harus tetap aman."
De Bruyne melanjutkan tentang kabar terkini kesehatan keluarganya, menambahkan: "Saya sudah berada du rumah selama dua pekan."
"Awalnya, keluarga dan anak-anak saya sedikit sakit sehingga agak mengkhawatirkan namun mereka baik-baik saja sekarang."
"Butuh delapan atau sembilan hari, kami tidak tahu, tapi sekarang mereka lebih baik untungnya, karena Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi."


