Duel antara Chelsea dan West Ham United di Stamford Bridge, Sabtu (30/11), diwarnai dengan momen mengharukan bagi David Martin yang melakoni debut impian di Liga Primer Inggris.
Martin, putra dari legenda West Ham, Alvin, dipilih manajer Manuel Pellegrini sebagai kiper inti menggantikan penjaga gawang Spanyol, Roberto, yang telah kebobolan sembilan gol dalam tiga laga terakhir.
Dan, keputusan Pellegrini dibayar tuntas oleh sang kiper yang telah berusia 33 tahun, dengan membawa West Ham mengakhiri rangkaian tujuh laga terakhir tanpa kemenangan dengan membekuk Chelsea 1-0.
Kemenangan tersebut juga merupakan yang pertama kalinya diraih di kandang Chelsea sejak 17 tahun terakhir. Dan tak sekadar tiga poin, Martin, yang sebenarnya merupakan kiper ketiga, juga membawa West Ham mencatatkan clean sheet pertama sejak 22 September.
Martin sebelumnya hanya memperkuat klub-klub divisi bawah seperti Milwall dan MK Dons dan langsung menangis selepas peluit panjang dibunyikan wasit dan merayakan debutnya di Liga Primer bersama sang ayah.
"Masih terasa tidak nyata," kata Martin, yang juga penggemar West Ham sejak kecil. "Saya hanya senang bisa melakoninya, saya tidak mengecewakan siapa pun dan sebenarnya saya menikmati momen tersebut pada akhirnya."
"Ayah saya tidak banyak bicara - saya pikir kami berdua menangis. Bagi ayah, bermain selama 21 tahun bagi klub dan menyaksikannya, dan ketika saya melakoni debut, mencatatkan clean sheet dan meraih kemenangan, itu sangat menyenangkan."
"Saya susah makan selama dua hari; Cressa [Aaron Cresswell] menertawakan saya karena piring saya dibersihkan lantaran saya tidak makan."
"Saya berharap bisa memberi diri saya kesempatan yang baik [mempertahankan posisi] namun saya harus terus bekerja keras dan membumi."
Kemenangan penting tersebut membuat West Ham kini menjauh dari zona degradasi dengan selisih empat poin.


