Federasi sepakbola Vietnam (VFF) mengaku kedatangan mereka ke Jakarta untuk menjalani pertandingan leg pertama semi-final Piala AFF 2022, Jumat (6/1) sore WIB, tidak mudah.
Skuad Vietnam langsung bertolak ke Ho Chi Minh City tak berapa lama setelah menundukkan Myanmar 3-0 pada laga pamungkas Grup B di Hanoi. Tadi pagi, pasukan Park Hang-seo bertolak ke Jakarta dari Ho Chi Minh City.
Presiden VFF Tran Quoc Tuan mengungkapkan, staf pelatih asal Korea Selatan sempat kesulitan masuk ke Indonesia, karena tak mempunyai visa. Quoc Tuan pun menghubungi kedutaan besar Vietnam, serta perwakilan AFF (federasi sepakbola Asia Tenggara) untuk meminta bantuan.
“Tim menghadapi masalah saat ingin masuk ke Indonesia pagi ini, karena ada lima paspor Korea Selatan yang harus mempunyai visa. Namun kami mengatasinya dengan cepat setelah meminta bantuan kepada kedutaan besar Vietnam dan perwakilan AFF,” tutur Quoc Tuan dikutip laman Zing.
“Akhirnya tim bisa masuk ke Indonesia tanpa harus memakai visa. Secara terpisah, tim langsung menuju ke tempat penginapan untuk beristirahat, sedangkan pengurusan dokumen dilakukan nanti.”
Pria yang juga menjabat wakil ketua komite kompetisi AFF ini juga meminta agar keamanan kepada tim lebih ditingkatkan. VFF tidak ingin mengalami nasib seperti Thailand saat menjalani laga Grup A. Kala itu, bus tim dilempari fans Indonesia yang juga memperlihatkan gestur tak pantas.
“AFF menambah dua pakar keamanan, dan mengundang dua pengawas pertandingan dari AFC dan FIFA untuk memastikan penyelenggaraan laga semi-final. Sebelum Vietnam bertanding, saya harap tim dilindungi dengan ketat,” ucap Quoc Tuan.
“Saya mengirim dokumen ke kedutaan Vietnam untuk mendukung, dan menyebarkannya ke orang-orang negara kami [yang datang memberikan dukungan langsung] untuk melindungi mereka.”
Vietnam menghadapi Indonesia setelah tampil sebagai juara Grup B dengan tiga kemenangan, dan satu imbang. The Golden Star menjadi satu-satunya tim yang tidak pernah kebobolan di fase grup.
