Joachim Andersen Darwin Nunez Liverpool Crystal Palace 2022-23Getty

Darwin Nunez Kartu Merah, Bek Crystal Palace Dibombardir Ancaman Pembunuhan

Bek Crystal Palace Joachim Andersen melapor ke kepolisian menyusul adanya ancaman pembunuhan terhadap dirinya setelah terlibat insiden dengan Darwin Nunez yang berujung kartu merah untuk striker Liverpool tersebut.

Nunez diusir keluar lapangan pada menit ke-57, karena menanduk Andersen saat kedua tim bermain imbang 1-1, sehingga membuat sang pemain terancam tidak tampil setidaknya di tiga pertandingan. Wasit Paul Tierney juga memberikan kartu kuning kepada Andersen atas insiden itu.

Beberapa jam setelah laga selesai, akun Instagram Andersen diserbu warganet disertai sejumlah ancaman. Bahkan beberapa di antaranya berupa ancaman pembunuhan.

Situasi ini membuat Andersen merasa tidak nyaman. Sejumlah tangkapan layar memperlihatkan ancaman pembunuhan tersebut. Andersen akhirnya menghubungi petugas klub untuk membuat laporan ke kepolisian. Sebab, tidak hanya Andersen yang mendapat caci maki dan ancaman, tetapi juga keluarganya.

“Mungkin [saya] mendapat 300-400 pesan seperti itu tadi malam,” tulis Andersen melalui akun Instagram pribadinya dikutip laman ITV.

“Saya mengerti Anda mendukung tim, tetapi [harus] memiliki rasa hormat. dan berhenti bertindak keras secara daring. Semoga Instagram dan Liga Primer melakukan sesuatu tentang ini.”

Seorang juru bicara Premier League mengungkapkan, mereka telah menjalin komunikasi dengan manajemen Palace mengenai permasalahan tersebut, disertai bukti tangkapan layar.

Sementara salah satu juru bicara perusahaan induk Instagram, Meta, juga menyatakan telah menjalin komunikasi dengan perwakilan Andersen. Hanya saja, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, mengingat beberapa ancaman dikirim melalui pesan langsung (DM) yang merupakan ranah pribadi.

“Kami mempunyai aturan ketat terhadap intimidasi dan pelecehan. Kami telah berhubungan langsung dengan perwakilan Joachim mengenai masalah ini,” ujar sang juru bicara.

“Karena DM adalah ruang pribadi, kami tidak secara proaktif mencari ujaran kebencian atau intimidasi dengan cara yang sama seperti yang kami lakukan di tempat lain. Kami membutuhkan seseorang untuk melaporkan pesan di aplikasi sebelum kami dapat mengambil tindakan.”

“Tidak ada yang bisa memperbaikinya. Tetapi kami melanjutkan pekerjaan kami dengan industri dan pemerintah untuk membantu menjaga komunitas kami aman dari penyalahgunaan.”

Iklan
0