Arnaut Danjuma Villarreal 2021-22Getty

Dari Tim Championship Ke Liga Champions, Siapa Sih Arnaut Danjuma?

Bergerak licin di sisi sayap untuk menyerang, Arnaut Danjuma akan sulit diatasi oleh bek sayap lawan. Ujungnya, pemain berusia 24 tahun ini mencetak gol, dan melakukan selebrasi 'ular kobra'.

Danjuma tak begitu banyak diketahui sebelumnya, namun belakangan jadi andalan baru yang segar untuk timnas Belanda. Beroperasi di lini serang kiri, Danjuma sebenarnya pernah bermain di Inggris.

Bersama Bournemouth di Championship, atau kasta kedua Inggris, Danjuma kemudian pindah ke Villarreal dan mencicipi Liga Champions. Perpindahannya pun tak murah, yakni ditaksir sekitar 25 juta euro.

Empat gol dari tujuh penampilan menjadi catatan bagus bahwa Yellow Submarine tak salah menghadirkannya ke Estadio de la Cerámica. Banyak yang terkejut Danjuma sebagus ini, tapi tidak untuk Unai Emery.

Mantan manajer Arsenal itu ngotot meminta kepada presiden Villarreal, Fernando Roig, supaya Danjuma bisa gabung unit skuadnya pada musim 2021/22. Mahar 25 juta euro jelas tidak murah untuk kelas Villarreal.

Pada musim yang sama, Real Madrid mendatangkan David Alaba secara gratis, sementara Barcelona tak keluar uang untuk merekrut Memphis Depay. Tapi untuk Danjuma, Villarreal, sampai harus mencatatkan transfer termahal kedua dalam sejarah mereka, Paco Alcacer.

Unai Emery mungkin tak mau hanya jadi raja Liga Europa, dan Liga Champions dirasa bisa jadi panggung yang pas untuk Villarreal, jika skuadnya mumpuni. Maka itu, jajaran petinggi Villarreal tak mau ragu dengan keputusan Emery untuk menghadirkan Danjuma.

"Kami menghabiskan [uang] sesuai yang kami bisa, dan kami membutuhkan pemain hebat seperti Danjuma untuk berkembang," tutur Jose Manuel Llaneza, wakil presiden Villarreal, ketika memperkenalkan Danjuma.

"Tidak ada yang perlu pergi [dijual], sudah membuktikan bahwa kami ada dalam posisi yang bagus. Beberapa orang mungkin beli jam tangan yang jelek, dan beberapa Rolex. Kami membeli Rolex," sambungnya dengan analogi.

Tapi segalanya tidak berjalan sesuai rencana, meski Danjuma masih menjadi pemain yang vital dan memperlihatkan kelasnya bagi Villarreal. Di La Liga, Villarreal masih di posisi delapan klasemen, sementara di Liga Champions, mereka kalah dari Manchester United, 2-1.

Mungkin, Villarreal sedang kurang bagus secara hasil. Tapi dapat dipastikan, nama Danjuma makin mengorbit di antero Eropa, apalagi setelah dirinya kembali mendapat kesempatan untuk membela timnas Belanda, dan mencetak satu gol.

Debutnya terjadi pada 2018 ketika Oranje masih ditangani Ronald Koeman, dan angin kedua datang pada Oktober 2021, ketika ia mencetak gol ke gawang Gibraltar pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Atletico Madrid, hingga Club Brugge sudah pernah merasakan dibobol pemain kelahiran Lagos, Nigeria ini. "Jadi, saya cukup yakin bahwa nama saya pun sudah cukup dikenal di Spanyol," ucap Danjuma.

Peran Unai Emery

Arnaut Danjuma mendapat kepercayaan cukup dari Unai Emery, tergambar dari komunikasi yang sering dijalin keduanya. Emery jelas tidak mau pembelian mahalnya di Villarreal gagal begitu saja, meski punya rekor 15 gol dari 33 penampilan untuk Bournemouth.

"Saya harus berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Unai Emery," ucap Danjuma, dilansir dari laman resmi Villarreal. "Dia sangat, sangat sibuk bekerja dengan saya, dan membantu saya semaksimal mungkin untuk bisa tampil."

"Saya datang ke Villarreal untuk membuktikan diri saya lagi, tapi sebenarnya saya sudah membayangkan tentang langkah saya berikutnya," singkatnya kepada Mail Online.

Arnaut Danjuma seorang pemain Islam, yang pernah mendapat perlakuan Islamophobia

Pada Maret 201, ketika Arnaut Danjuma masih bermain untuk Bournemouth, dirinya pernah terkena perlakuan rasis dari segelintir orang di media sosial. Berlutut sebelum kick-off mulai luntur, karena dirasa sudah tidak relevan dan tidak memberikan impak untuk gerakan antirasisme. Namun, Danjuma tetap melakukannya.

Sayang, beberapa suporter Bournemouth malah mengumpat Danjuma, baik di stadion mau pun via media sosial Twitter. Kepada Sky News, Danjuma menegaskan bahwa ia akan tetap berada di jalur untuk melawan segala bentuk rasisme kepada minoritas, dan berharap ada edukasi yang lebih baik tentang rasisme.

Jonathan Woodgate sebagai manajer Bournemouth, menyebut bahwa Danjuma seorang Muslim yang taat, dan membuatnya sebagai pesepakbola yang 'imbang', secara kepribadian atau pun kemampuan di lapangan.

Iklan
0