Sylvano Comvalius menjalani karier sepakbola yang gila karena ia menjadi petualang berkat olahraga sejuta umat ini. Pada 2021, ia mencicipi kompetisi Singapura bersama Geylang International, namun baru saja ia diumumkan menjadi bagian dari Quick Boys, klub sepakbola negara asalnya, Belanda.
Dari akademi Ajax Amsterdam -- yang merupakan salah satu akademi sepakbola terbaik di dunia -- Comvalius pun sempat 'nyasar' ke Indonesia pada 2017. Ketika itu ia bersama Bali United, dan langsung memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah kompetisi Indonesia lewat 37 gol ia kemas.
Malta, Skotlandia, Kuwait, Kazakhstan, Tiongkok, Ukraina, Thailand, hingga Jerman telah dilintasi Comvalius karena sepakbola. Berbagai warna dan pengalaman dalam hidupnya ia dapat berkat terus berkeliling mencari pengalaman baru dari dunia si kulit bulat.
Dynamo Dresden, klub divisi ketiga Jerman, disebut Comvalius sebagai tempat paling berkualitas yang pernah ia sambangi. Pemain asal Amsterdam ini menjalani musim 2014/15 di sana, dan menyebut bahwa level sepakbola di kasta ketiga Jerman benar-benar berkualitas.
“Level dari Dresden, kami bisa bermain di Eredivisie, 100 persen. Itu tidak bisa dibandingkan dengan liga tempat saya bermain di Asia. Anda tidak dapat membandingkannya dengan liga di Singapura, Malaysia, Indonesia. Mustahil," cerita Comvalius kepada Goal.
"Standar sepakbola dan temponya sangat tinggi. Jika saya melihat beberapa pertandingan, ketika saya melihat kembali beberapa cuplikan, dan saya melihat tempo, sungguh luar biasa saya bermain di level itu ketika saya melihat di mana saya bermain sekarang!” ujarnya tertawa.
Jerman bersama Dresden mungkin paling top secara kualitas, tapi Comvalius mengakui bahwa sepakbola Indonesia telah membuatnya merasakan daya magis. Pemain yang kini berusia 33 tahun tersebut tidak menepis bahwa awalnya ia tidak tertarik untuk meniti karier di Asia Tenggara.
“Tapi ada saatnya ketika saya menandatangani kontrak di Ukraina selama tiga tahun, level yang bagus, tapi kami memiliki masalah besar di klub itu. Ada krisis ekonomi, dan kami tidak dapat gaji selama empat sampai lima bulan. Saya punya keluarga, saya harus menafkahi keluarga saya. Situasi menjadi lebih buruk, dan setelah jendela transfer di Eropa ditutup, saya mulai mencari di tempat lain, dan kemudian Asia Tenggara mulai terlihat. Saya berkesempatan pergi ke Bali United," buka Comvalius.
Abi Yazid / GoalTidak tahu-menahu soal Bali United & sepakbola Indonesia..
Ia tidak banyak mendengar soal Bali United, yang memang saat itu masih berumur dua tahun. Comvalius juga sempat kaget dengan bagaimana fasilitas sepakbola bisa sangat tertinggal. Tapi seiring waktu, ia tersihir oleh bagaimana atmosfer di dalam stadion setiap Serdadu Tridatu bermain.
“Sejujurnya, saya tidak tahu tentang Bali, atau itu adalah tujuan wisata atau apa pun. Saya tidak tahu ada sepakbola di sana. Saya tahu tentang Persebaya, tapi saya belum pernah mendengar tentang Bali! ” ujarnya malu-malu.
“Mereka tidak memiliki fasilitas yang baik, tidak banyak pendukung, tidak lengkap seperti sekarang ini. Saya pikir hingga 10-15 pertandingan pertama yang saya mainkan, orang-orang masih belum 100 persen mendukung tim dan klub."
"Tetapi ketika segalanya mulai berjalan baik, orang-orang memperhatikan kami memiliki tim yang sangat bagus dan mendengar tentang striker yang mencetak gol setiap pekannya, kami mulai mendapatkan lebih banyak pendukung! Kami memainkan sepakbola yang begitu menarik; sangat menyenangkan melihat semua orang. Bukan hanya orang Bali, seluruh Indonesia pun menyaksikan tim kami. Itu berakhir dengan saya menjadi pencetak gol terbanyak," sambungnya penuh bangga.
Tentang bagaimana gilanya sepakbola Indonesia ia rasakan, Comvalius menjawab: “Saya tahu itu adalah sesuatu yang tidak akan saya temukan di tempat lain. Itu adalah sesuatu yang Anda impikan sebagai seseorang ketika masih anak kecil."
"Saya beruntung memilikinya di Dresden, di mana kami bermain setiap minggu dengan 25 hingga 30 ribu orang. Tapi di Asia, khususnya di Indonesia, ada yang berbeda. Setiap stadion penuh, orang-orang tergila-gila pada sepakbola. Benar-benar magis."
Bali United FC



