Georginio Wijnaldum PSGGetty Images

Dari Pahlawan Liverpool, Tapi Melempem Di PSG: Apa Yang Salah Dengan Georginio Wijnaldum?

Ekspetasi tinggi mengiringi kepindahan Georginio Wijnaldum dari Liverpool ke Paris Saint-Germain (PSG), pada awal musim ini. Ia diharapkan menambah kekuatan lini tengah klub Prancis tersebut.

PSG mendapatkan Wijnaldum secara gratis setelah kontraknya bersama Liverpool selesai. Ia memilih Les Parisiens, karena Barcelona terlalu lama untuk merekrutnya.

Kedatangan Wijnaldum, diperkirakan membawa dampak positif untuk lini tengah PSG karena penampilannya yang mantap bersama Liverpool. Namun, nyatanya ia lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan.

Wijnaldum gagal menunjukkan performa terbaiknya di PSG. Kondisi tersebut karena pemain berusia 30 itu tidak cocok dengan formasi yang diterapkan Mauricio Pochettino.

"Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya benar-benar bahagia [di PSG], karena situasinya tidak seperti yang saya inginkan. Tapi itulah sepakbola dan saya harus belajar menghadapinya. Saya seorang pejuang," kata Wijnaldum.

“Saya harus tetap positif dan bekerja keras untuk membalikkan keadaan. Saya telah banyak bermain dalam beberapa tahun terakhir, selalu fit dan juga melakukannya dengan sangat baik. Ini adalah sesuatu yang berbeda dan perlu membiasakan diri," Wijnaldum menambahkan.

Sejauh ini Wijnaldum, sudah tampil sebanyak sembilan pertandingan di Ligue 1 Prancis. Akan tetapi, empat di antaranya ia bermain sebagai pemain pengganti.

Georginio Wijnaldum lors de la rencontre de Ligue 1 face à Reims, le 29 août.FRANCK FIFE/AFP via Getty Images

Situasi tersebut berbanding terbalik saat Wijnaldum, memperkuat Liverpool. Satu tempat di lini tengah The Reds, sudah pasti menjadi milik pemain asal Belanda tersebut.

Ada anggapan yang menyebut Wijnaldum, merupakan korban dari proyek ambisius PSG dalam mendaratkan pemain. Ia gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya karena dipasang tidak di posisi favoritnya.

Pochettino, lebih condong memilih Ander Herrera, Idrissa Gueye dan Marco Verratti. Ketiga pemain tersebut merupakan pemain andalan di lini tengah PSG.

"Dia [Wijnaldum] bukanlah pemain yang buruk. Tetapi, dia membutuhkan struktur dan itu belum ditemukan saat berada di PSG," ucap legenda sepakbola Prancis Thierry Henry.

“Itu mengingatkan saya pada Saul Niguez, yang juga berjuang di Chelsea. Fabinho juga kesulitan dan butuh enam bulan baginya untuk terbiasa dengan struktur di Liverpool."

“Wijnaldum harus menemukan solusi. Ketika dia bermain, Anda harus mengakui bahwa dia tidak bagus.”

Iklan
0