Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

FRANCE-RWANDA-POLITICS-DIPLOMACYAFP

Diterjemahkan oleh

Dari Neymar hingga Torres: PSG jadi Pelanggan Setia Barcelona di Bursa Transfer

Selama satu dekade terakhir, hubungan antara Barcelona dan Paris Saint-Germain berubah dari sekadar transaksi timbal balik menjadi arah yang jelas hanya ke satu sisi, di mana klub asal Paris itu menjadi tujuan favorit bagi para pemain tim Catalan, sementara kas Catalan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari aliran dana yang terus mengalir dari Parc des Princes.

Sejak Paris Saint-Germain meledakkan bom bersejarah Neymar pada musim panas 2017 dengan membayar klausul pelepasannya, hingga kesepakatan terakhir mereka untuk merekrut Ferran Torres seharga 50 juta euro pada 13 Agustus 2026, klub Prancis itu telah menggelontorkan total 333 juta 650 ribu euro ke pasar Barcelona, menjadikannya tanpa keraguan sebagai klub yang paling banyak berinvestasi pada para pemain Blaugrana selama dekade terakhir, menurut "Mundo Deportivo" Spanyol.

Titik balik dalam transaksi Catalan

Meski ada beberapa perpindahan sebelumnya antara kedua klub, yang paling menonjol adalah kedatangan sang pesulap Ronaldinho dari Paris ke Barcelona seharga 27 juta euro pada tahun 2003, transfer Neymar tetap menjadi titik balik sesungguhnya yang benar-benar membalikkan arah kompas. 

Sejak saat itu, perjalanan pada umumnya bergerak dari Camp Nou ke Parc des Princes, bukan sebaliknya.

Kepindahan bintang Brasil itu merupakan momen penentu dalam sejarah bursa transfer, dan hingga hari ini masih menjadi rekor mutlak dengan angka 222 juta euro, sebuah skenario yang berulang kali terjadi dalam sejarah Barcelona ketika mereka menjual bintang-bintang termahalnya dengan terpaksa.

Sebagaimana yang terjadi dengan Luis Suárez Miramontes ke Inter Milan pada tahun 1961, Diego Maradona ke Napoli pada tahun 1984, Ronaldo Nazário ke Inter pada tahun 1997, dan Luís Figo ke Real Madrid pada tahun 2000.

La Masia dalam bidikan Paris

Aliran ini tidak terbatas pada tim utama, melainkan menjangkau akademi La Masia itu sendiri. Pada tahun 2019, Paris merebut talenta lini tengah Xavi Simons (16 tahun) hanya dengan 150 ribu euro sebagai kompensasi pembinaan. 

Pada tahun 2021, Rafinha Alcântara pindah dengan mahar 3,5 juta euro, sebelum terjadi kejutan terbesar dengan kepergian sang legenda Lionel Messi melalui transfer bebas setelah Barcelona gagal memperbarui kontraknya.

Pukulan-pukulan itu pun terus berlanjut, dengan bergabungnya kiper Barcelona Atlètic Arnau Tenas secara gratis pada 2023 di bawah kepemimpinan Luis Enrique, kemudian Ousmane Dembélé mengaktifkan klausul pelepasan kontraknya yang rendah senilai 50 juta euro pada tahun yang sama untuk bergabung kembali dengan pelatih lamanya. 

Yang terakhir hengkang sebelum Ferran adalah talenta Pedro "Dro" Fernández, yang untuknya Paris membayar 8 juta euro sebagai kompensasi klausul pelepasan kontraknya yang sebesar 6 juta, meski ia sempat tampil bersama tim utama di bawah kepemimpinan Hansi Flick.

333 juta, dan angka itu masih bisa bertambah

Dengan perhitungan ini, dari Neymar (222 juta) hingga Dembélé (50 juta), Rafinha (3,5 juta), Dro (8 juta), sampai Ferran Torres (50 juta), total yang dibelanjakan Paris Saint-Germain di Barcelona telah melampaui 333 juta euro hanya dalam sembilan tahun, menegaskan bahwa mereka adalah pelanggan tetap dan paling royal di toko Barcelona.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google