Ujung tombak Ansan Greeners Shin Jae-hyuk menegaskan bakal mengesampingkan pertemanan dengan Asnawi Mangkualam Bahar, siap menaklukkan penggawa timnas Indonesia saat bertemu Jeonnam Dragons di K League 2 2023.
Jae-hyuk merupakan rekan Asnawi di Ansan pada musim lalu. Selain itu, Jae-hyuk merupakan putra kedua pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong, sehingga kedua pemain ini sangat akrab. Bahkan sang ayah sempat menasehati Jae-hyuk untuk meniru etos kerja Asnawi.
Pada musim lalu, Jae-hyuk lebih sering berkutat dengan cedera, sehingga kesempatan bermain bersama Asnawi tergolong minim. Pemain berusia 21 tahun itu kini sudah pulih, dan bakal menjadi andalan di lini depan Ansan.
Jae-hyuk mengaku terkejut ketika mengetahui Asnawi memilih bergabung dengan Jeonnam pada musim 2023. Menurut Jae-hyuk, Asnawi telah membuat dirinya selalu tidak ingin kalah.
“Kami belum bertemu setelah dia pergi untuk Piala AFF. Kami sudah meninggalkan tim saat musim dingin. Saya baru tahu melalui pemberitaan kalau dia sudah pindah ke Jeonnam,” ungkap Jae-hyuk sambil tertawa dikutip laman Money Today.
“[Kabar] Kepindahannya sangat sunyi. Saya cuma mendengar dia sudah kembali ke Korea, tapi tidak menyangka kalau bergabung ke tim lain. Sampai sekarang saya belum berkomunikasi dengan dia.”
“Saya tidak mau kalah dari Asnawi. Itu sudah berlangsung sejak latihan [di Ansan], dan Asnawi merupakan pemain yang sangat kuat untuk bersaing. Berkat itu, keinginan saya untuk bersaing juga meningkat. Saya tidak tahu apakah pertemuan nanti akan berlangsung keras.”
Namun sebelum bertemu Asnawi, Jae-hyuk terlebih dahulu bentrok dengan sang kakak, Shin Jae-won, yang memperkuat Seongnam FC pada laga pembuka K League 2. Seperti halnya kepada Asnawi, Jae-hyuk juga tak mau kalah dari kakaknya.
“Ketika kami liburan, ayah dan kakak ada di rumah. Kami berbincang-bincang, dan dia bilang kami akan saling mengalahkan. Jika saya menang, begitu laga selesai, saya akan pergi ke [bench] Seongnam, dan mengolok-olok kakak laki-lakinya,” seloroh Jae-hyuk.
“Ayah hanya memberi saya kalimat biasa, seperti 'lakukan dengan baik' dan 'jalankan gim terlebih dahulu'. Ada banyak pemain bagus di tim sekarang, dan mereka bersaing. Saya tidak berniat kalah dalam kompetisi, dan saya tidak berniat kalah dari kakak saya jika bermain melawan Seongnam.”
