Direktur teknik PSSI Indra Sjafri, angkat bicara kegagalan Bagus Kahfi berlabuh ke FC Utrecht. Ia menyebut pihaknya tidak bisa ikut campur dalam persoalan tersebut.
Gagalnya Bagus berseragam FC Utrecht, karena Barito Putera enggan mengeluarkan surat keluar. Hal tersebut wajar lantaran eks penyerang timnas Indonesia U-16 masih terikat kontrak sampai akhir tahun depan dengan Laskar Antasari.
Bagus bisa dilirik FC Utrecht, berkat adanya rekomendasi dari direktur teknik Garuda Select Dennis Wise. Legenda Chelsea tersebut menilai pemain berambut kribo itu memiliki kemampuan untuk bersaing dengan para pesepakbola di Eropa.
"Kalau ada pihak lain yang ingin menyalurkan pemain ke klub luar negeri, itu urusan klub dengan klub tersebut. PSSI tidak bisa ikut di situ. Terkait Bagus Kahfi karena miss komunikasi dari awal karena dia disalurkan ke klub lain sebelum dikembalikan ke klub," ucap Indra dikutip laman resmi PSSI.
Sebetulnya, Bagus sudah melakukan pembicaraan dengan manajemen Barito Putera terkait kepindahannya ke FC Utrecht. Namun, pada akhirnya keinginan saudara kandung dari Bagas Kaffa itu tidak bisa terwujud.
Garuda Select"Hal ini karena kewajiban PSSI untuk mengembalikan pemain ke klubnya. Dan Bagus beserta orang tuanya melakukan pembicaraan bersama Barito Putera untuk memperbaiki komunikasi. Ini sudah dilakukan oleh Bagus Kahfi. Sekarang bagaimana Bagus Kahfi boleh pindah atau tidak itu urusan profesional klub," ujarnya.
"PSSI menginginkan semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Dan PSSI tidak bisa mengintervensi kontrak antara pemain serta klub dalam hal ini Barito Putera. Jadi PSSI tidak bisa masuk terlalu dalam dalam urusan ini," ia menambahkan.
Selain itu, Indra menyampaikan program Garuda Select yang merupakan kerja sama antara PSSI dengan Mola Tv cuma untuk mengirimkan pesepakbola Indonesia berlatih di Eropa. Bukan sebagai penyalur pemain untuk mendapatkan kontrak di klub Benua Biru.
"Mola TV dalam hal ini juga mencarikan jalan agar pemain Indonesia bisa berlaga di klub Eropa. Mola TV kalau memang mau menyalurkan harus berkomunikasi baik dengan klub dan tidak cukup hanya bicara dengan pemain ataupun orang tua pemain yang bersangkutan," ucapnya.


