Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, minta seluruh pelaku sepakbola yang akan terlibat pada kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021 mendatang berkomitmen terhadap protokol kesehatan.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dalam tatap virtual dengan para stakeholder sepakbola yang diadakan Kamis, 18 Februari.
Amali memaparkan bahwa dukungan yang diberikan oleh Presiden Jokowi juga berupa vaksinasi untuk segala pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kompetisi nanti. Tentunya, ini merupakan sinyal bagus untuk sepakbola Indonesia kembali hidup.
"Beliau, Pak Presiden minta [kompetisi] dipersiapkan sebaik-baiknya, dan protokol kesehatan yang ketat. Saya sudah minta izin para peserta akan divaksin. Alhamdulillah Pak Presiden setuju untuk menjaga," ucap Amali.
Tentunya, dengan dukungan dari pemerintah dan khususnya Presiden, diharapkan kompetisi bisa kembali berjalan. Namun, semua pihak diminta Amali untuk benar-benar serius menjalankan kegiatan dengan disiplin protokol kesehatan.
“Saya minta komitmen untuk menjaga kepercayaan. Kalau kita kompak, maka apapun bisa diberikan jalan keluar. Saya minta pemilik klub, pimpinan suporter, agar kompak ini akan menjadi kunci untuk menggelar kompetisi," tukas dia.
Kompetisi rencananya bakal dimulai pada Juni mendatang, atau setelah Hari Raya Idulfitri. Sebelum kompetisi dilaksanakan, rencananya Maret mendatang akan digelar turnamen pramusim sebagai pemanasan bagi klub dan operator.
Turnamen tersebut bakal bertajuk Piala Menpora 2021, yang diikuti 20 klub, terdiri dari 18 klub Liga 1, dan dua klub Liga 2. Dua klub dari Liga 2 tersebut adalah PSMS Medan dan Sriwijaya FC, dipilih atas dasar posisi terbaik keduanya pada Liga 2 2019.
"Iya memang rencananya turnamen pramusim ini akan dinamakan Piala Menpora," kata Gatot S Dewa Broto, selaku Sesmenpora, saat dihubungi oleh awak media.
"Memang itu surat dari PSSI soal penamaan itu, prinsipnya kami tidak keberatan dengan penamaan tersebut asal izinnya keluar dari pihak kepolisian. Kan izin dari pihak kepolisian belum keluar," ia menambahkan.
Polri belum mengumumkan bahwa mereka bakal memberikan izin kompetisi. Namun harapan akan digelarnya kembali sepakbola di Indonesia makin timbul, setelah Kemenpora memastikan bahwa ada dukungan dari Presiden Jokowi.
