AS Roma harus mengakui keunggulan 3-1 milik FC Porto di Do Dragao Stadium, pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (7/3) dini hari WIB.
Hasil itu memaksa Il Giallorossi harus tereliminasi dari Liga Champions, karena kalah agregat 4-3. Wasit pemimpin laga, Cuneyt Cekir, lantas kembali dinilai para penggawa Roma jadi biangkerok kekalahan mereka.
Kali ini giliran De Rossi yang angkat suara, dengan menyebut bahwa Video Assistant Referee (VAR) tidak bisa disalahkan karena keputusan kontroversial hadir akibat kesalahan wasit.
Getty ImagesPernyataan De Rossi mengacu pada potensi penalti untuk I Lupi tatkala Patrick Schick dilanggar di kotak penalti Porto, pada masa injury time babak perpanjangan waktu.
“Sebelumnya saya agak samar melihat insiden itu. Namun setelah melihat tayangan ulangnya, itu adalah penalti. Sungguh luar biasa, karena saya katakan musim lalu kami akan berada di final Liga Champions jika ada VAR saat hadapi Liverpool. Sayangnya, sekarang terjadi lagi.
"Buat saya itu terjadi karena kesalahan manusia. Tidak ada hubungannya dengan teknologi. Layaknya duel Fiorentina kontra Inter Milan, ada kesalahan dari wasit dalam mengevaluasi rekaman insiden, tapi saya tetap yakin VAR akan ditingkatkan dan disempurnakan seiring berjalannya waktu," pungkasnya bijak.
Getty



