Tiga bek sayap sekaligus didatangkan Manchester City pada Juli 2017, tapi sepertinya tak satu pun benar-benar sesuai dengan selera Pep Guardiola.
Ya, dua tahun lalu, pelatih asli Spanyol ini dibuat kecewa akibat harapan palsu dari Dani Alves.
Juventus telah sepakat merilis pemain Brasil Alves setelah ia memohon kesempatan untuk bermain dengan eks bosnya di Barcelona sekali lagi. Harapan itu tergambar bakal menjadi kenyataan saat Alves dan Guardiola makan siang bersama pada 7 Juli, sambil mendiskusikan rencana ambisius the Citizens mendominasi sepakbola Inggris.
Tapi empat hari kemudian, Alves justru sepakat gabung Paris Saint-Germain. Guardiola dan City bak disambar petir mendengar kabar ini.
Memang, kepada publik Guardiola menutupi rasa kecewanya dan menegaskan bahagia dengan aktivitas transfer City saat itu setelah kedatangan Kyle Walker, Danilo dan Benjamin Mendy.
Tapi meski sudah menggelontorkan £120 juta, Guardiola tetap tidak puas dengan opsi bek sayap yang ada.
Getty ImagesDanilo disebut pemain serba bisa, tapi ia tidak pernah tampil begitu meyakinkan di posisi mana pun. Bagaimana dengan Mendy? Ia punya insting alami untuk membantu serangan, tapi kerap diganggu cedera dan masalah disipliner.
Dari tiga nama tersebut, mungkin Walker yang paling bisa diandalkan. Tapi, bek Inggris ini cukup rentan melakukan kesalahan sendiri dan kerap kehilangan konsentrasi di belakang, walau penampilan terakhirnya mendapat acungan jempol usai melakukan clearance krusial lawan Liverpool di Community Shield.
Singkat cerita, ia bukan tipe pemain seperti Dani Alves, yang bisa diandalkan dalam menyerang maupun bertahan.
Guardiola mungkin bisa mendapatkan sosok seperti Alves dalam diri Joao Cancelo, yang kabarnya segera mendarat di Etihad Stadium dari Juventus.
Dengan mengizinkan Cancelo gabung City dan mendapatkan Danilo sebagai bagian transfer, I Bianconeri pada dasarnya menyelesaikan dua masalah Guardiola dalam satu langkah. Juve bahkan secara signifikan memperkuat salah satu rival utama mereka di Liga Champions musim ini.
Danilo cuma 11 kali tampil di liga musim lalu; jelas ia tidak akan dirindukan di Manchester.
Sementara Cancelo memiliki segalanya untuk jadi idola di Etihad, apalagi pemain Portugal ini mendasari permainannya pada Alves.
“Tanpa diragukan lagi, panutan saya adalah Dani Alves,” ujar Cancelo kepada Goal dan DAZN pada Mei.
“Saya sudah menjadi pengagum dia sejak saya mulai main sepakbola. Saya mengikuti dia sejak ia main untuk Sevilla.”
Seperti halnya Dani Alves, kelemahan Cancelo adalah permainan bertahannya dan di Valencia ia kerap kehilangan posisinya karena hasrat ingin membantu serangan.
GettyNamun peningkatan signifikan mulai tampak setelah pindah ke Serie A. Pertama, di bawah arahan Luciano Spalletti saat dipinjamkan di Inter selama setahun, kemudian ketika berkeja dengan Massimiliano Allegri di Juventus musim lalu.
“Ketika pertama pindah ke Italia, ini adalah perubahan radikal untuk saya, karena saya datang dari Spanyol, di mana orang lebih memilih teknik, sementara di Italia yang terpenting adalah elemen taktik,” jelas Cancelo.
“Luciano Spalletti sangat membantu saya, terutama soal permainan bertahan saya. Saya sangat berterima kasih atas apa yang ia lakukan untuk saya, karena bulan-bulan di Inter itu sangat penting bagi saya.”
Sementara itu, Allegri memuji proses adaptasi Cancelo di Turin meski merasa masih ada hal yang perlu ditingkatkan pemain 25 tahun ini untuk menjadi bek terbaik dunia.
“Saya tahu ia sudah meningkat, tapi ia tetap butuh peningkatan lebih banyak karena ia memiliki kualitas luar biasa,” papar mantan bos Bianconeri ini kepada JTV.
“Ia masih melewatkan sesuatu untuk menjadi bek kanan terbaik di dunia.”
Cancelo berpeluang menutupi celah kekurangannya itu di City, dengan bermain di bawah pelatih dengan filosofi menyerang yang jauh lebih cocok dengan kekuatan ofensifnya ketimbang Allegri.
Dan, Allegri mungkin menyesali keputusannya meninggalkan sang bek kanan dalam starting line-up di babak 16 besar Liga Champions yang berujung kekalahan dari Atletico Madrid di Wanda Metropolitano. Dan bukan sebuah kebetulan, kembalinya Cancelo ke line-up Juve berbuah comeback 3-0 di leg kedua.
Berdasarkan statistik, Juve selalu lebih berbahaya dengan Cancelo di dalamnya, yang menuntaskan dribble lebih banyak (61) dibanding bek lainnya di Serie A musim lalu, di mana ia melesakkan satu gol dan tiga assist.
Peran Cancelo bisa sangat besar di Manchester nantinya.
Pep boleh gagal mendaratkan Dani Alves ke City, tapi dengan Cancelo, bisa jadi jawaban kegundahan sang pelatih selama ini.


