LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI BANTUL
Pelatih PS TIRA Rudy Eka Priyambada menganggap cuaca panas sebagai salah satu penyebab kekalahan 4-1 dari Persebaya Surabaya 1 dalam lanjutan Liga 1 2018 di stadion Sultan Agung, Bantul Jumat (13/4) sore WIB.
Dari empat pertandingan, PS TIRA hanya satu kali bermain pada malam hari, yakni ketika mengalagkan Madura United 1-0. Selebihnya, mereka bermain pada sore hari, yakni ketika mengimbangi Persib Bandung dan dikalahkan Persipura Jayapura.
“Terus terang hasil ini sangat mengecewakan sekali. Ada beberapa yang jelas sekali harus kami evaluasi. Dua pertandingan main siang ternyata hasilnya anak-anak terlambat panas, karena cuaca cukup panas. Mungkin ini jadi bahan evaluasi saya ketika nanti kami bermain seperti ini lagi,” beber Rudy.
Eks arsitek Celebest FC tersebut juga mengeluhkan buruknya keputusan pemain bertahan dalam membaca arah permainan. Seluruh gol Persebaya diciptakan melalui umpan daerah yang mengarah kepada David Da Silva.
“Pemain belakang kami membaca situasinya agak terlambat saat kehilangan bola. Transisi menyerang ke bertaham kami lambat. Seharusnya bisa diantisipasi, kiper sebetulnya juga sudah bersiap. Ini kesalahan fatal, dari bola terobosan, dan chip bisa terjadi gol Persebaya,” urainya.
Pelatih berusia 35 tahun tersebut juga memberikan pujian khusus kepada David Da Silva yang menjadi bintang kemenangan. Pemain asal Brasil tersebut mengemas hat-trick dan memberikan satu assist kepada Osvaldo Haay.
“David da silva punya skill bagus, perlu diwaspadai ke depannya. Babak kedua kami mulai ngotot, tetapi terlambat. Pertandigan ini adalah evaluasi kami untuk pertandingan ke depan,” pungkasnya. (gk-62)
