Dick Schreuder tidak akan menjadi pelatih kepala baru Ajax. Klub asal Amsterdam itu telah secara resmi menghapus namanya dari daftar, sehingga pencarian pengganti Óscar García kini semakin berfokus pada kandidat asing.
Menurut Mike Verweij, keputusan tersebut telah diambil beberapa waktu lalu. Dalam podcast Kick-off, pengamat Ajax dari De Telegraaf itu mengungkapkan bahwa direktur teknis Jordi Cruijff tidak melihat masa depan bagi Schreuder—yang sering disebut-sebut—sebagai pelatih kepala di Johan Cruijff ArenA.
Verweij menekankan bahwa hasil-hasil terbaru tidak memainkan peran penentu dalam penilaian tersebut. Kekalahan telak NEC dari AZ di final piala (5-1) menurutnya bukanlah alasan di balik mundurnya Schreuder.
“Dia hanya tidak melihat potensi yang cukup dalam dirinya sebagai pelatih Ajax,” kata Verweij. Dengan demikian, jurnalis tersebut membantah bahwa pertandingan-pertandingan tertentu, seperti laga melawan Feyenoord (1-1) atau final yang kalah, menjadi penentu.
“Kita sudah tahu bahwa dia ingin ke Spanyol, bukan ke Belanda,” tambah Valentijn Driessen dalam podcast tersebut.
Verweij menambahkan bahwa hanya segelintir pelatih Belanda yang masuk dalam pertimbangan. “Slot dan Bosz sebenarnya adalah satu-satunya opsi Belanda yang dia anggap cocok untuk Ajax.”
Bosz sudah terikat kontrak dengan PSV, Slot dengan Liverpool, dan Ten Hag kini menjabat sebagai staf teknis di FC Twente. Oleh karena itu, Ajax tampaknya secara tegas memilih pengganti asal Spanyol.
Sebelumnya, sudah disebutkan tiga nama yang sesuai dengan profil tersebut. Xavi (tanpa klub), Iñigo Pérez (Rayo Vallecano), dan Míchel (Girona) dianggap sebagai kandidat utama.





