Cristiano Ronaldo dapat bernapas lega setelah dipastikan terbebas dari tuntutan hukum menyangkut kasus tuduhan pemerkosaan.
Kejaksaan Clark County District pada Senin (22/7) waktu setempat mengumumkan tidak akan mengajukan dakwaan kepada sang megabintang Juventus lantaran tuduhan tersebut tak bisa dibuktikan secara meyakinkan.
Kasus ini mengemuka setelah wanita asal Amerika Serikat Kathryn Mayorga menuduh Ronaldo melakukan kekerasan seksual terhadapnya di Las Vegas pada 2009. Tudingan tersebut dibantah keras oleh Ronaldo.
Kepada media Jerman Der Spiegel, Mayorga mengklaim Ronaldo membayarnya $375 ribu sebagai bagian kesepakatan privasi agar ia tutup mulut. Tahun lalu, Mayorga melayangkan tuntutan hukum untuk membatalkan perjanjian tersebut dan membuat kepolisian Las Vegas membuka kembali investigasi.
Namun, kini jaksa penuntut Clark County District, Steve Wolfson, menyatakan perkara ini tidak akan dilanjutkan akibat kurangnya bukti fisik.
“Kejaksaan Clark County District hari ini mengumumkan akan menolak memproses tuduhan kekerasan seksual sepuluh tahun lalu terhadap Cristiano Ronaldo," demikian rilis resmi kejaksaan.
"Pada 13 Juni 2019 korban wanita ("V") menelepon Kepolisian Las Vegas dan melaporkan bahwa ia menjadi korban kekerasan seksual. Anggota penegak hukum mendatangi lokasinya untuk mengambil laporan kejahatan. Polisi membawa V ke rumah sakit agar pemeriksaan kekerasaan seksual bisa dilakukan."
"Tak lama kemudian, detektif kekerasan seksual tiba di rumah sakit dan melakukan kontak dengan V. Meskipun dia mengetahui orang yang menyerangnya, V menolak menyampaikan identitasnya atau mengungkapkan di mana kejahatan itu terjadi."
"Alhasil, polisi tak bisa mengikuti protokol investigatif untuk kasus kekerasan seksual atau untuk melakukan investigasi serius. Tanpa mengetahui identitas pelaku atau lokasi kejahatan, detektif tak bisa melakukan penggeledahan dan menyita bukti forensik vital."
"Selain itu, bukti video, yang menunjukkan interaksi antara korban dan pelaku sebelum dan sesudah dugaan kejahatan itu, hilang. Investigasi kriminal dihentikan."
SIMAK JUGA Cuplikan ICC 2019: Juventus 2-3 Tottenham
"V dan Cristiano Ronaldo, lewat pengacara masing-masing, akhirnya mencapai kesepakatan sipil sehubungan dengan masalah ini pada 2010. Selama delapan tahun berikutnya, pihak kepolisian tidak mendapat kabar apa pun dari V terkait kejahatan pelaku."
"Pada 28 Agustus 2018, V mengontak Kepolisian Las Vegas, meminta investigasi kekerasan seksual terhadapnya dibuka kembali, menyatakan Cristiano Ronaldo sebagai pelaku. Terlepas dari periode sembilan tahun yang telah lewat, kepolisian menginvestigasi tuduhannya."
"Permintaan Tuntutan diajukan kepada Kantor Kejaksaan pada 8 Juli 2019. Berdasarkan tinjauan informasi yang diberikan saat ini, tuduhan kekerasan seksual terhadap Cristiano Ronaldo tak dapat dibuktikan tanpa keraguan."
"Oleh karena itu, tak ada tuduhan yang akan dilayangkan."


