Cristian Tello - Pemain TerlupakanGoal

Cristian Tello: Puspita Barcelona Yang Layu Sebelum Berkembang

Barcelona akan selalu terobsesi mengorbitkan pemain kelas dunia dari 'peternakan' mereka, La Masia.

Bagaimana tidak, nama Blaugrana harum berkat jasa tunas-tunas yang mereka rawat sendiri: Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Pep Guardiola, Carles Puyol, hingga yang masih setia di Camp Nou seperti Gerard Pique dan Sergio Busquets.

Sayangnya tak semua puspita akan mekar dan menghiasi kebun Catalunya. Dari Isaac Cuenca hingga Bojan Krkic, akan ada tunas-tunas yang layu bahkan sebelum berkembang, tak terkecuali bagi Cristian Tello.

Pada pertengahan musim 2011/12, musim keempat tangan dingin Guardiola menangani bekas klubnya itu, Tello. yang baru berusia 20 tahun, untuk pertama kalinya tampil bagi tim senior Blaugrana. Ia bermain penuh di kandang CE L’Hospitalet pada ajang Copa del Rey leg pertama yang berakhir 1-0 untuk tim tamu.

Tetapi, pria asli Catalunya itu baru benar-benar mengumumkan namanya di depan Cules saat menyumbang brace di leg kedua, saat Barca meluluhlantakkan lawannya 9-0.

Dua sumbangan Tello diganjar dengan debut di La Liga pada 28 Januari 2012. Masuk menggantikan Adriano pada menit ke-75, Tello bermain menjanjikan meski pasukan Guardiola ditahan imbang 0-0 di Villarreal.

Di akhir pekan berikutnya, di start pertamanya di liga, Tello langsung memberikan impak di menit kedelapan lewat golnya ke gawang Real Sociedad, dan Barcelona berhak mengantongi tiga poin setelah menang dengan skor 2-1.

Awal kariernya di Barca kian mulus setelah ia menandai debut Liga Champions Eropa dengan dua gol meski hanya bermain 37 menit saat mengalahkan Bayer Leverkusen 7-1.

Cristian Tello - BarcelonaGetty

"Cristian Tello adalah winger​. Dia sangat cepat dan merupakan pemain muda yang pada saatnya nanti akan tampil. Tapi sejauh ini dia telah tampil dengan baik," ujar Guardiola setelah Tello mencetak gol ke gawang Sociedad.

Seperti kata sang pelatih, kecepatan memang senjata mematikan Tello, ia bisa memberikan dimensi baru bagi serangan Barca yang saat itu didominasi oleh pemain jago passing a la tiki-taka.

Biasanya, Tello akan menerima bola di posisi sayap, entah kiri atau kanan, dan menggiringnya sembari menempel garis lapangan, mencoba melewati pengawalnya dan menciptakan peluang untuk melakukan kombinasi umpan atau langsung menembak.

Saking ngerinya kecepatan Tello, ia tak membutuhkan trik khusus untuk melewati penjagaan. Ia tinggal menjauhkan bola melewati bek, dan membalapnya.

Lantas, mengapa ia gagal mekar di Catalunya? Sebenarnya tidak bisa dijawab dengan sederhana.

Kecepatan yang menjadi keunggulannya itu justru akar kejatuhan pemain yang mengoleksi satu penampilan bersama timnas Spanyol ini.

Memang, ia memberikan dimensi baru, tetapi dilihat dari sudut lain, Tello bisa dibilang kurang cocok dengan gaya bermain Barca bahkan sepeninggal Guardiola (yang hengkang begitu musim 2011/12 berakhir).

Karena itu, meski sesekali diandalkan sebagai pengganti atau starter menghadapi lawan yang lebih mudah, Tello tetap tak bisa dianggap sebagai bagian dari tim inti. Kendati begitu, torehannya tak buruk-buruk amat: ia mengemas tujuh gol dan empat assist dalam 22 laga La Liga musim 2012/13 di bawah Tito Vilanova.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, kehadiran Neymar pada musim 2013/14 semakin membekukan kans Tello menembus tim utama, menit bermainnya tergerus hingga separuh dari musim sebelumnya (800 menit lebih) meski sama-sama mengemas 22 penampilan di liga.

Setahun berikutnya, Luis Suarez kian membuat lini depan Barca mengilap dengan trio MSN (Messi-Suarez-Neymar) menjelma menjadi trisula paling ditakuti di Eropa dan dunia. Tak ada tempat bagi seorang bocah yang 'cuma' bisa berlari.

Cristian Tello AC Florenz 15052016Getty Images

Jika ingin menyelamatkan kariernya dari nasib sebagai penghangat bangku cadangan, Tello harus mencari suaka, dan Barcelona berpikiran sama.

Sebagai seorang pemuda 23 tahun yang sudah tampil 86 kali dan mencetak 20 gol bagi Blaugrana (yang kala itu masih dianggap sebagai elite Eropa), Porto tak ragu meminangnya sebagai pinjaman selama dua musim.

Di musim debutnya di Portugal, ia terlibat langsung dalam terciptanya 19 gol dari 37 penampilan, sebuah catatan yang impresif.

Hanya saja, sepeninggal Tello, Barca malah menjuarai Liga Champions dan meraih treble, seolah berkata 'kami tak membutuhkan Anda', dan nasibnya di Barca pun layu.

Selain itu Tello seperti kehabisan bensin di tahun berikutnya, dan Blaugrana memutuskan untuk memindahkannya ke Fiorentina pada pertengahan 2015/16.

Setelah enam tahun penuh penantian dan pencarian jati diri, Tello akhirnya mendapatkan rumah tempat bernaung bersama Real Betis per musim 2017/18.

Hingga kini, puspita yang bertunas di Catalunya itu memilih klub di Seville sebagai tempatnya berbunga.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0