Pelatih Brasil Tite mengaku tidak bisa tidur karena terus memikirkan laga timnya kontra Argentina di semi-final Copa America 2019, Rabu (3/7) pagi WIB.
Selecao dan Albiceleste berebut tiket ke final demi mempertaruhkan gengsi. Brasil membidik kejayaan di rumah sendiri setelah terakhir kali menjuarai turnamen ini pada 2007. Sedangkan Argentina masih mendamba trofi pertama mereka sejak 1993.
Tite sudah tiga kali bertemu Argentina semasa melatih Brasil, dengan hasil dua kemenangan dan satu kekalahan. Meski demikian, pengalaman tesebut tetap tidak bisa membuatnya tenang jelang duel bertajuk Superclasico ini.
"Saya merasakan kewaspadaan yang meluap-luap. Saya tidak bisa tidur, dan saya tidak akan tidur lagi hari ini," kata Tite dalam jumpa pers.
"Saya bangun dini hari pukul 3:15, memikirkan laga itu. Saya punya kebiasaan untuk menulis catatan, jadi saya melakukannya. Inilah kenyataan yang harus dijalani para pelatih, termasuk saya dan [pelatih Argentina Lionel] Scaloni."
Lebih lanjut, Tite membahas ancaman yang siap ditebar Argentina, terutama melalui kualitas individu seperti Lionel Messi. Tite menilai Messi adalah pemain yang tidak bisa dihentikan, tapi ia yakin penyerang Barcelona itu bisa diredam.
"Argentina juga telah berkembang secara kolektif. Kolektivitas membuat individualitas semakin baik. Anda tidak bisa menghentikan Messi, tapi Anda bisa meredam pergerakannya," imbuhnya.


