Pelatih Venezuela, Rafael Dudamel menuding Jepang tidak menunjukkan rasa hormat pada gelaran Copa America 2019 dengan mengirimkan skuad U-23.
CONMEBOL memang punya sejarah mengundang beberapa negara di luar wilayah mereka untuk ikut turnamen dan tradisi tersebut diminta oleh sang juru taktik Venezuela agar dihentikan.
Tahun ini, dua tim asal Asia, Jepang dan Qatar mendapat undangan khusus dari otoritas sepakbola Amerika Latin tersebut guna menggenapi format Copa America menjadi 12 tim.
Jepang, yang pernah ikut pada edisi 1999, menggunakan Copa America tahun ini sebagai ajang persiapan untuk tampil di Olimpiade 2020 yang berlangsung di Tokyo dan maka dari itu mereka mengirimkan barisan pemain yang lebih muda.
Kritikan terhadap keputusan Jepang yang mengirimkan skuad U-23 dan menginginkan agar Copa America hanya diikuti oleh tim-tim Amerika Latin saja sebelumnya juga dilontarkan pelatih Paraguay, Eduardo Berizzo.
"Saya pikir Copa America harus dari CONMEBOL, tim-tim Amerika Latin," kritik Dudamel dalam jumpa pers setelah timnya menang 3-1 atas Bolivia, Minggu (23/6) kemarin.
"Saya tidak setuju dengan undangan untuk Jepang, yang menggunakan tim U-23 mereka. Saya menganggap sebagai sikap kurang menghormati kompetisi kami."
"Sama seperti kolega [para pelatih] yang lain, saya menyatakan posisi. Copa America harus dari CONMEBOL dan tim-tim Amerika Latin."
