Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan [CONMEBOL] resmi mencopot Presiden Federasi Sepak Bola Argentina [AFA], Claudio Tapia, dari jabatannya sebagai salah satu dewan pengambil keputusan FIFA.
Keputusan tersebut diketuk CONMEBOL pada Senin (23/7) waktu setempat. Sebelumnya, Tapia menuding bahwa perhelatan Copa America 2019 sarat dengan praktik korupsi.
Tapia mengkritik CONMEBOL dalam sebuah surat terbuka yang dirilis ke media pada 3 Juli lalu. Ia menuliskan, Argentina secara jelas dirugikan wasit, dan tersingkir dari turnamen karena kualitas lapangan yang buruk.
Keluhan Tapia tersebut sempat digaungkan oleh Lionel Messi. Sang megabintang mengatakan, turnamen edisi kali ini sudah diatur untuk Brasil.
"Mereka [para wasit] memberikan banyak pelanggaran omong kosong kepada kami, tapi mereka sama sekali tidak melihat VAR, itu luar biasa," ucap Messi selepas laga kontra Brasil.
"Itu terjadi di seluruh pertandingan. Pada pandangan kontak pertama, mereka memutuskan untuk mendukung Brasil dan omong kosong seperti ini mengganggu fokus kami," tambahnya.
Messi sudah meminta maaf kepada CONMEBOL terkait penyataannya tersebut. Meski begitu, penyerang berusia 32 tahun itu tetap tidak bisa menghindar dari hukuman denda sebesar US$1.500 atau setara dengan Rp21 juta.
Argentina dikalahkan Brasil dengan skor 0-2 pada laga semifinal Copa America 2019. Kemudian, La Albiceleste mampu mengamankan tempat ketiga setelah mengalahkan Cile 2-1.


