COO Bhayangkara FC Sumardji, menginginkan penambahan subsidi untuk klub saat kompetisi dilanjutkan bukan sekadar wacana. Ia mengaku saat ini timnya sedang mengalami krisis finansial karena pandemi virus corona.
Munculnya wacana penambahan subsidi terjadi saat klub melakukan rapat virtual dengan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), pada awal Juni lalu. Klub bakal menerima Rp800 juta, dari sebelumnya Rp520 juta.
Selain itu ada juga wacana penghapusan degradasi, hingga pemusatan pertandingan Liga 1 di Pulau Jawa. Protokol kesehatan ketat juga bakal dilakukan ketika kompetisi diputar.
Beberapa pekan kemudian, PSSI memutuskan kompetisi musim ini dilanjutkan setelah menggelar rapat komite eksekutif (Exco). Hanya saja, sampai sekarang belum diketahui wacana tersebut jadi diterapkan atau tidak.
"Kalau memang liga ini mau dimulai sampai dengan saat ini kami akui hanya kesulitan satu, terkait dengan sponsor. Karena apa? Karena pertandingan ini sebentar lagi akan dimulai, susah untuk kami mencari sponsor," kata Sumardji saat dihubungi awak media.
"Kemarin itu, ini khusus untuk Bhayangkara, kami baru membicarakan mau setuju soal kontrak dengan sponsor lalu ada virus corona, jadi kontrak yang kami dapatkan itu juga tidak maksimal."
"Jadi kesimpulannya bahwa kalau memang dari PSSI itu ada subsidi ya kami sangat berterima kasih, karena memang akan sangat sulit sekali mencari sponsor," Sumardji menambahkan.
Mario SonathaSumardji menyatakan timnya tidak bisa mengandalkan penonton dalam mencari pemasukan. Bhayangkara FC tidak memiliki basis suporter yang fanatik sehingga sering kali stadion sepi saat pertandingan.
"Belum tahu juga perkembangan virus corona. Jadi kalau memang mau dilanjutkan memang sebaiknya ada opsi bagaimana kira-kira PT LIB bisa memberikan subsidi kepada klub," ujarnya.
"Sehingga sedikit banyak berperan untuk meringankan beban klub. Karena kami tahu untuk gaji pemain dan biaya operasional itu tidak sedikit," pria yang juga menjabat Kapolresta Sidoarjo tersebut menambahkan.
Kompetisi nasional sudah dihentikan sejak pertengahan Maret lalu. Semenjak itu Bhayangkara FC serta seluruh klub lainnya meminta para pemainnya untuk menjalani latihan di kediamannya masing-masing.


