Inter Milan mengonfirmasi bahwa pelatih mereka, Antonio Conte tidak akan meninggalkan klub pada musim panas ini.
Dalam pernyataan singkat, Inter mengatakan kedua pihak sudah menggelar pertemuan konstruktif pada Selasa (25/8), yang menghasilkan kesepakatan Conte untuk menjalani musim keduanya di klub.
"Klub dan Antonio Conte mengadakan pertemuan konstruktif hari ini yang berfokus pada kesinambungan dan strategi, di mana kedua pihak meletakkan dasar untuk terus bekerja sama dalam proyek klub," bunyi pernyataan mereka.
Conte menikmati musim debut yang sukses pada 2019/20 bersama Inter, meraih posisi kedua Serie A dan membawa timnya lolos hingga final Liga Europa.
Setelah final melawan Sevilla yang berakhir dengan kekalahan 3-2, Conte sempat meragukan masa depannya bersama klub dengan menyatakan bahwa dirinya mungkin tidak akan bertahan di Giuseppe Meazza.
"Kami akan bertemu dengan klub pekan depan dan kami akan memutuskan tentang masa depan saya. Saya tidak yakin akan tetap menjadi pelatih Inter musim depan, kami akan memutuskan bersama," katanya kepada Sky Sport Italia . "Inter akan merencanakan masa depan dengan atau tanpa saya."
Meski sukses di lapangan, eks bos Chelsea dan Juventus itu berseteru dengan manajemen Inter sepanjang musim, terutama ketika ia melancarkan serangan pedas ke direksi klub usai berakhirnya musim Serie A.
"Saya tidak berpikir pekerjaan para pemain telah diakui dan saya tidak berpikir pekerjaan saya telah diakui," katanya. "Kami semua menemukan sedikit perlindungan dari klub, sama sekali nol."
"Saya tidak suka ketika orang-orang ikut-ikutan - mereka harus tetap ada di sana pada saat-saat yang baik mau pun buruk dan di sini, di Inter tidak seperti itu, maafkan saya."
"Kami harus tumbuh dan berkembang di semua area, termasuk di luar lapangan, dan klub besar harus lebih melindungi para pemain mereka."
Conte berulang kali dikabarkan tidak senang dengan beberapa perkembangan di Inter, termasuk bocoran internal klub kepada media serta pergerakan transfer. Pelatih berusia 51 tahun itu tidak menginginkan kedatangan Christian Eriksen pada Januari lalu, karena sebenarnya lebih menginginkan Arturo Vidal dari Barcelona.
Di bawah Conte, Eriksen jarang mendapat kesempatan bermain dan tidak menjalani peran penting seperti yang dilakukannya semasa di Tottenham Hotspur.


