Inter Milan masih harap-harap cemas menunggu keputusan Antonio Conte terkait masa depannya sebagai pelatih Nerazzurri.
Conte sebenarnya baru saja mempersembahkan Scudetto Serie A musim 2020/21 bagi Inter, namun euforia juara hanya berlangsung selama beberapa hari sebelum munculnya berita potensi kepergiannya.
Media ternama Italia, Gazzetta dello Sports mengabarkan hal tersebut pada Rabu (26/5) dini hari WIB, yang bahkan menyebutkan Inter dan Conte akan resmi berpisah setidaknya dalam kurun waktu 48 jam ke depan.
Manajemen Inter sebenarnya masih menginginkan agar Conte bertahan, tapi kondisi finansial klub yang memburuk membuat hal tersebut tampak susah terwujud.
Sementara Conte sendiri yang telah bekerja keras untuk memutus dominasi Juventus sebagai juara selama sembilan musim terakhir sebenarnya masih ingin melanjutkan proyeknya di Giuseppe Meazza.
Hanya saja, krisis risis ekonomi akibat pandemi COVID-19 memaksa Inter harus melakukan pengiritan di semua sektor, salah satunya adalah mengurangi beban operasional tim.
Setelah sebelumnya presiden Steven Zhang memohon agar para pemain bersedia mengikhlaskan dua bulan gaji usai juara Serie A, ke depannya Inter juga dituntut untuk memaksakan pengurangan gaji sebesar 20 persen terhadap tim utama.
"Inter menginginkan Conte tetap menerima beberapa perubahan dalam tim - karena mereka perlu menjual beberapa pemain dengan total €80 juta," kata Fabrizio Romano, pakar transfer Sky Sport Italia.
Nama-nama pemain seperti Achraf Hakimi, Lautaro Martinez, dan Romelu Lukaku disebut siap dikorbankan klub demi memperbaiki finansial klub yang sudah tidak sehat.
Inter memang tidak sampai di ambang kebangkrutan terlepas dari guncangan ekonomi yang melanda Suning Group selaku pemilik, itu setelah mereka meminjam uang dari perusahaan investasi asal Amerika Serikat Oaktree Capital senilai €275 juta dengan jaminan kepemilikan saham klub yang harus dilunasi dalam waktu tiga tahun ke depan.
Situasi inilah yang disayangkan oleh Conte, karena merasa ambisi besarnya untuk membawa Inter ke level yang lebih tinggi sudah tidak lagi sejalan dengan kebijakan klub.
Kontrak pelatih berusia 51 tahun itu di Inter sejatinya masih tersisa satu tahun lagi, sejak bergabung pada musim panas 2019. Namun bisa jadi dipaksa untuk pergi lebih awal karena adanya perbedaan visi.


