Kingsley Coman Thierry HenryGetty

Juventus Ulangi Kesalahan Lepas Thierry Henry Dalam Diri Kingsley Coman

Fabio Capello mengecam Juventus karena mengulangi "kesalahan yang sama" usai Kingsley Coman, talenta yang tersisih di Turin, mencuat sebagai pahlawan kemenangan Bayern Munich di final Liga Champions.

Winger asal Prancis itu membantu klubnya saat ini, Bayern mengalahkan Paris Saint-Germain di Lisbon, Portugal, Senin (24/8) dini hari WIB, untuk mengangkat trofi Liga Champions keenam mereka.

Sundulan terukur Coman berbuah gol sekaligus menjawab kepercayaan pelatih Hansi Flick, yang memasang pemain 24 tahun itu sebagai starter di depan pemain internasional Kroasia yang lebih berpengalaman, Ivan Perisic.

Skuad bertabur bintang Juventus termasuk di antara jajaran elite yang sekadar menjadi penonton ketika Bayern sukses menjadi juara Eropa, dengan Bianconeri tersingkir mengejutkan di babak 16 besar.

Mereka hanya bisa merenungkan apa yang seandainya bisa terjadi, dengan Coman, pemain yang pernah menjadi milik mereka.

Coman dulu didatangkan Juventus secara gratis dari Saint-Germain pada 2014, namun hanya menghabiskan satu musim penuh - membuat 22 penampilan - sebelum bergabung dengan Bayern sebagai pemain pinjaman untuk musim 2015/16.

Transfer itu akhirnya dibuat permanen oleh Bayern dan Coman pun sekarang berhasil menambah koleksi medali juaranya secara teratur bersama raksasa Bundesliga.

Ia bukan talenta muda pertama yang dilepas oleh Juventus sebelum mencapai puncak karier, sebelumnya ada legenda Arsenal, Thierry Henry, dalam daftar tersebut dan Capello lantas mempertanyakan filosofi transfer kampiun Serie A.

Pelatih yang pernah dua tahun memimpin Bianconeri antara 2004 dan 2006 itu mengatakan kepada Sky Sport Italia: "Coman dianggap cukup baik untuk menjadi starter di final Liga Champions untuk Bayern Munich."

"Terbukti, Juventus terus mengulangi kesalahan yang sama. Henry datang pada usia yang sangat muda di Juventus, mereka melepasnya dan kemudian ia berkembang di Arsenal."

"Coman mengikuti jejak yang sama sekarang di Munich. Ketika Anda melihat kualitas, Anda harus memiliki kesabaran untuk menunggu. Anda tidak bisa mengharapkan pemain muda untuk segera menjadi protagonis di level tertinggi."

Kegagalan besar Juventus di Eropa musim ini membuat Maurizio Sarri dipecat dan Bianconeri kemudian menunjuk pelatih muda, Andrea Pirlo dengan harapan bisa membawa perubahan bagi klub.

Iklan
0