Kingsley Coman PSG vs Bayern Munich Champions League final 2019-20Getty Images

Kingsley Coman: Saya 100 Persen Bayern Munich, Tapi Hati Saya Sakit Lihat PSG Kalah

Pahlawan final Liga Champions, Kingsley Coman, bersuka ria dengan kemenangan Bayern Munich di Eropa, meski sang winger mengakui hatinya "agak sakit" melihat mantan klubnya, Paris Saint-Germain, kalah.

Coman mencetak gol tunggal pertandingan lewat sundulan kepalanya di babak kedua, membawa Bayern meraih kemenangan 1-0 di Lisbon, Senin (24/8) dini hari WIB, sekaligus mengantarkan tim Bundesliga Jerman itu meraih treble winners pada musim 2019/20.

Skuad besutan Hansi Flick itu menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Champions yang memenangkan setiap pertandingan menuju tangga juara dan menjadi yang pertama dalam mencatatkan 11 kemenangan secara beruntun di kompetisi ini.

Gol Coman akan sangat menyakitkan bagi PSG mengingat sejarah sang winger bersama tim Ligue 1 Prancis itu.

Lahir di Paris, Coman pernah memperkuat PSG dari 2004 hingga 2014, dengan tampil empat kali di tim pertama sebelum bergabung ke Juventus setelah kontraknya berakhir.

Coman mengaku sulit melihat klub masa kecilnya itu kalah di panggung terbesar, meski kesulitan itu tidak melebihi kegembiraan membawa Bayern meraih gelar juara.

"Ini adalah perasaan yang luar biasa, banyak kebahagiaan. Saya 100 persen Bayern, tapi itu membuat saya agak sakit untuk PSG," ujar Coman kepada RMC Sports.

"Kami berusaha menjaga permainan tetap terkendal sejak awal. Kami menang dan kami mencetak gol hari ini, itu adalah hal yang paling penting."

Coman bergabung ke Bayern dari Bianconeri pada 2015 dengan status pinjaman selama dua musim, yang kemudian menjadi permanen pada 2017.

Coman mencetak 33 gol dari 161 penampilan untuk Bayern, dengan sempat mengatasi sejumlah cedera sepanjang kariernya itu.

Pemain asal Prancis itu telah memenangkan 12 trofi bersama Bayern, dan ia meraih sembilan liga secara beruntun bersama PSG, Juventus, dan Bayern.

Sepanjang musim 2019/20, Coman tampil 24 kali di ajang Bundesliga, dengan mencetak empat gol, sekaligus mencetak tiga gol dari sembilan penampilan di Liga Champions.

Bayern bergabung bersama Barcelona dan Real Madrid sebagai tiga klub yang mampu mencetak 50 gol di Liga Champions.

Iklan
0