Semarak Piala Eropa 2020 berakhir dengan kemenangan dramatis Italia atas Inggris melalui adu penalti di Wembley, Minggu (11/7) lalu.
Hasil itu terasa pahit bagi para pendukung Three Lions, yang amat berharap jargon "football's coming home" akhirnya bisa terwujud. Apa daya, yang jadi kenyataan malah trofi pulang ke ibu kota Italia, Roma, merealisasikan pelesetan "it's coming (to) Rome".
Meski tidak sesuai ekspektasi fans Inggris, laga tersebut berjalan selaras dengan prediksi #ClearHeadSmart, yang sedari awal meramalkan Gli Azzurri akan menjadi kampiun.
Tidak salah memang kalau #ClearHeadSmart disebut sebagai pandit sepakbola paling cerdas. Akurasi prediksinya terbilang fantastis, menebak dengan tepat 33 dari total 51 pertandingan Piala Eropa atau menyentuh hampir 65 persen.
Prediksi #ClearHeadSmart dibuat menggunakan metode modern dengan ikut melibatkan statistik, algoritma, dan data sebagai bagian dari revolusi teknologi terhadap sepakbola. Penyusunan prediksi didukung oleh basis data dari Opta, perusahaan data sepakbola paling terkenal dan diakui di dunia.
Meski beberapa kali muncul hasil di luar dugaan - sewajarnya sepakbola yang penuh kejutan - memasuki babak-babak akhir prakiraan #ClearHeadSmart semakin tajam.
Hasil tiga pertandingan terakhir turnamen, yaitu dua laga semi-final plus final antara Italia dan Inggris, seluruhnya diprediksi dengan sempurna!
Performa di sepanjang Piala Eropa kembali membuktikan reputasi #ClearHeadSmart, yang sebelumnya pertama kali unjuk gigi pada pilot project untuk Liga Primer Inggris musim lalu dengan nilai akurasi mencapai 75 persen!
Nantikan kembali kehadiran sang pandit superpintar di kompetisi-kompetisi berikutnya!
