Pelatih baru Sampdoria, Claudio Ranieri, mengaku tidak merasakan trauma dengan pemecatan yang ia terima di Fulham.
Ranieri sempat ditunjuk menjadi manajer Fulham pada musim 2018/2019. Sama seperti Sampdoria sekarang, posisi The Cottagers saat ia ditunjuk pun berada di dasar klasemen.
Pelatih asal Italia itu akhirnya didepak Fulham setelah hanya memenangi tiga dari 17 pertandingan.
"Sampdoria bukan Fulham. Jangan lupa, Fulham adalah klub yang baru promosi saat itu dan dihuni banyak pemain yang belum pernah berada di Liga Primer Inggris," ucap Ranieri.
"Pada bursa transfer Januari 2019, mereka mengikuti saran algoritma. Ini sama sekali berbeda," tutur pelatih berusia 67 tahun itu.
"Sementara Sampdoria telah memainkan sepakbola yang bagus dan sedang berjuang. Jadi, kini diperlukan keinginan untuk berjuang keras," kata dia.
"Kualitas tim papan tengah dan bawah meningkat signifikan. Itu menambah kesulitan kami, tetapi itu juga menjadi tanda bahwa sepakbola Italia kembali ke level atas," tambahnya.
Sampdoria menjadi juru kunci klasemen sementara Serie A dengan tiga poin. Il Samp hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga pertama kompetisi. Hal itu yang membuat pelatih terdahulu, Eusebio Di Francesco, kehilangan pekerjaannya.


