Striker Crystal Palace Christian Benteke menilai Eden Hazard mengalami penurunan performa akibat terlalu sering dibekap cedera, dan perlu mendapat dukungan dari rekan-rekannya agar bisa mengembalikan kemampuannya.
Hazard tidak mendapatkan menit bermain mencukupi sejak memperkuat Real Madrid di musim 2019. Sampai sekarang, Hazard baru dimainkan di 40 pertandingan, dan melesakkan empat gol.
Catatan itu tak lepas dari sejumlah cedera yang dialami Hazard. Akibatnya, pria berusia 30 tahun tersebut selalu berusaha menghindari benturan dengan pemain lawan. Mantan bintang Chelsea ini kalah bersinar dibandingkan dua penggawa Madrid lainnya, Rodrygo dan Vinicius Junior.
“Eden Hazard yang sekarang adalah pemain yang berbeda, karena dia memiliki riwayat cedera. Dia belajar banyak hal, dan mencoba menghindari benturan, meski terkadang itu dibutuhkan di sebuah pertandingan,” ujar Benteke dikutip laman AS.
“Tapi dia menunjukkan kecerdasan agar penampilannya terlihat lebih baik. Dia masih manusia yang mencoba menghindari benturan, karena ada rasa sakit yang tersisa dan tanpa disadari.”
Getty“Masa-masa Eden menggiring bola untuk melewati lima atau enam pemain sudah berakhir. Tapi fakta dia tidak bisa lagi melakukannya bukan berarti hal itu menjadi penentu.”
Hazard kini dipulangkan ke Madrid setelah ia turut membantu Belgia lolos ke Piala Dunia 2022 dengan mengalahkan Estonia. Hazard dipastikan absen saat Belgia menghadapi Wales.
Pelatih Roberto Martinez mengungkapkan, ia mempunyai alasan tersendiri melepas Hazard lebih dulu dari tim nasional. Menurut Martinez, sejak awal ia sudah menyiapkan rencana mengenai penampilan Hazard di tim nasional.
“Rencananya adalah jika kami lolos ke Piala Dunia, Hazard hanya dimainkan di satu pertandingan, dan kami memainkan dia selama 60 menit [melawan Estonia],” ungkap Martinez dinukil dari laman Marca.
“Sekarang dia bisa berkonsentrasi ke Real Madrid sesuai dengan jadwal pertandingan yang akan dijalani klubnya. Sangat penting buat dia bermain di Real Madrid untuk mengembalikan ritme permainan. Jadi, bermain dengan kami merupakan bagian dari pengembalian ritme itu.”
