Chris Wilder dikabarkan mundur dari kursi pelatih Sheffield United setelah hampir lima tahun bertugas per Jumat (12/3).
Sepanjang musim ini, Sheffield mendekam di posisi terbawah klasemen Liga Primer Inggris. The Blades baru mengoleksi 14 poin alias terpaut 13 poin dari zona selamat degradasi dengan sisa 10 pertandingan.
Sheffield menang empat kali, dua imbang, dan 22 kali kalah dalam 28 laga. Mereka menjalani awal musim terburuk dalam sejarah EPL dengan kemenangan pertama baru diraih pada 12 Januari lalu [laga ke-18] saat kalahkan Newcastle Unied.
Meski begitu, Sheffield masih mampu melaju hingga perempat-final Piala FA.
Tercatat, Wilder melatih Sheffield sejak Mei 2016. Sejak itu, juru taktik berusia 53 tahun sukses membawa klub dari League One [kasta ketiga Liga Inggris] hingga EPL.
Musim lalu, Sheffield bikin sensasi pada promosi pertamanya ke EPL dalam 13 musim terakhir. Termasuk mengalahkan Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur. Sempat stabil di zona Liga Europa, John Lundstram dkk finis di urutan kesembilan.
Seperti dilansir dari BBC, ada isu besar di balik layar antara Wilder dan pemilik klub Pangeran Abdullah.
Sang pemilik merasa telah menyediakan dana untuk pemain baru, termasuk pengeluaran yang signifikan untuk striker Rhian Brewster dan Oli McBurnie dalam dua musim terakhir, tapi terbilang gagal.
Namun, Wilder merasa itu tidak cukup untuk memperkuat skuad menuju level yang dibutuhkan. Ketegangan pun berlanjut.
Apalagi, pihak klub ogah mendatangkan pemain baru pada Januari lalu, meski Sheffield terpuruk di dasar klasemen.
Terdekat, Sheffield akan menghadapi Leicester City pada pekan ke-28 EPL di Stadion King Power, Minggu (14/3).


