Presiden Fiorentina, Rocco Commisso mengaku kecewa dengan sikap Federico Chiesa yang tidak lagi menghubunginya setelah resmi pindah ke Juventus.
Chiesa menuntaskan kepindahan ke Juventus dengan status pinjaman selama dua musim pada Senin (5/10) kemarin, membawa klausul pembelian wajib total senilai €50 juta.
Selain membuat Commisso kecewa, transfer pemain sayap Italia berusia 22 tahun tersebut juga memancing amarah para pendukung Fiorentina.
Bahkan sekelompok fans Fiorentina melabelinya sebagai "pengkhianat" lantaran membelot ke Juventus yang dianggap sebagai rival utama mereka, mengikuti jejak Federico Bernardeschi dan Roberto Baggio.
"Saya kecewa," ungkap Commisso dalam jumpa pers yang digelarnya pada Rabu (7/10).
"Ia tidak menelepon saya lagi sejak pergi dan saya pikir baik saya mau pun keluarga saya tidak pantas menerima perlakuan seperti ini darinya."
Jumpa pers tersebut dilakukan Commisso sebagai presentasi klubnya yang akan membangun pusat pelatihan baru Fiorentina di Bagno a Ripoli, sebuah kota yang hanya beberapa kilometer dari Florence.
Sang presiden terinspirasi dari Juventus soal pembangunan infrastruktur klub dan mengklaim kompleks latihan barunya nantinya merupakan yang terbesar di Italia.
"Joe Barone [CEO] telah mengerjakan proyek ini selama lebih dari satu tahun," kata Commisso.
Proyek ini sepenuhnya pribadi, jadi Anda tahu uang yang dihabiskan untuk itu adalah milik keluarga Commisso. Saya senang dan bangga meninggalkan sesuatu yang menyenangkan untuk Florence. Ini hanyalah contoh dari apa yang dapat dilakukan keluarga Rocco."
"Itu akan menjadi kompleks olahraga terbesar di Italia dengan lebih dari 400 pekerja yang akan bekerja di sana setiap harinya."
"Pekerjaan konstruksi akan dimulai pada Januari 2021 dan berakhir sekitar Natal tahun yang sama. Saya akan menghabiskan hampir setengah dari uang yang diinvestasikan Juventus untuk membangun stadion mereka."




