Kapten Juventus, Giorgio Chiellini berusaha memandang wabah virus corona yang melanda Italia dari sisi positif.
Italia menjadi salah satu negara paling parah terkena dampak COVID-19, dengan sejauh ini mencapai 47.021 kasus dengan memakan korban 4032 jiwa.
Situasi itu membuat pemerintah Italia menerapkan penutupan total dan mewajibkan seluruh masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Chiellini juga harus patuh terhadap aturan tersebut dan kini menjalani karantina di rumahnya setelah Serie A dihentikan untuk sementara waktu. Dan periode isolasi dijalani sang bek veteran untuk lebih memperhatikan hal-hal yang biasanya terabaikan karena kesibukan dunia sepakbola.
"Dunia kami [sepakboa] ibarat emas dan terkadang itu membuat Anda lupa dengan realitas," kata Chiellini seperti dilansir Football Italia. "Sekarang saya menjalani isolasi dan rasanya menyenangkan berbagi waktu dengan putri saya."
"Kita semua berdiam diri di rumah dengan tujuan agar bisa memudahkan semua yang bekerja di bidang kesehatan, di mana mereka juga mengalami masa yang sulit dan membutuhkan peran kita juga."
"Ini adalah tantangan yang harus kita atasi bersama, tidak ada sangkut pautnya dengan tim ini dan itu. Saya adalah orang yang berkomunikasi lebih baik melalui aksi daripada kata-kata."
"Rasanya aneh tidak bisa beraktivitas seperti biasanya dalam beberapa hari ini, tapi dalam beberapa bulan ke depan, kita akan lebih menikmatinya, ketika tahu bahwa aktivitas kita memiliki arti yang lebih penting."
Juventus menjadi salah satu klub yang terkena dampak langsung virus corona, dengan dua penggawa mereka, Daniele Rugani dan Blaise Matuidi dinyatakan positif terpapar.


