Mantan striker Liga Primer Inggris Gabby Agbonlahor mengkritik Chelsea habis-habisan dan menyebut tim racikan Thomas Tuchel sebagai tim yang "membosankan" untuk ditonton.
The Blues harus menang susah payah di Stamford Bridge saat come back atas West Ham United dengan skor 2-1, Sabtu (3/9) kemarin.
Michail Antonio membuka keunggulan tim tamu di menit ke-63 namun tuan rumah mampu menyamakan kedudukan lewat bek kiri Ben Chilwell di menit ke-75.
Pemain pengganti Kai Havertz lantas membalikan keadaan bagi Chelsea dengan dua menit tersisa.
The Hammers sejatinya kembali menjebol gawang Edouard Mendy tak lama kemudian, tetapi VAR, secara kontroversial, menganulir gol Maxwel Cornet.
Tuchel dan Chelsea pun bernapas lega, tapi eks striker Aston Villa Agbonlahor mengecam The Blues, yang merupakan tim terboros di bursa transfer musim panas ini.
"Saya tak suka melihat mereka bermain sepakbola, membosankan. Hari ini [versus West Ham] membosankan, babak pertama membosankan, Chelsea membosankan. Saya sudah bilang sejak musim lalu," kata Agbonlahor di talkSPORT.
"Fans Chelsea pun sepakat, saat ini menyaksikan mereka membosankan."
"Skema lima bek, itu tidak bekerja."
Agbonlahor menambahkan bahwa penampilan Chelsea semakin tak bisa diterima mengingat jumlah uang yang mereka gelontorkan musim panas ini, yakni €281 juta (£240 juta) menurut Transfermarkt.
"Lihat berapa yang mereka belanjakan. Chelsea, musim panas ini, sudah membelanjakan £260 juta, sebuah rekor bagi Liga Primer Inggris."
"Buat saya, mereka wajib finis dua besar, empat besar saja tak cukup. £260 juta! Dan mereka ketar-ketir, butuh bantuan VAR."
Getty Images Tuchel memiliki pandangan serupa. Dia merasa keputusan VAR, meski menurutnya tepat, tetap menguntungkan anak asuhnya.
“Kami beruntung hari ini dan mendapatkan keputusan VAR yang menguntungkan kami, yang bagi saya merupakan keputusan yang tepat. Kami ingin membalikkan permainan dan mempertahankan tiga poin,” ucap Tuchel selepas pertandingan.
Dia menambahkan: "Kami ingin memulai kembali musim ini hari ini dan semoga cara kami melakukannya di laga kandang, dengan impak dari bangku cadangan, mengembalikan rasa percaya diri yang dibutuhkan untuk bermain di level tertinggi."




