Banyak bangku kosong mewarnai jalannya pertandingan final Liga Europa di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan antara Chelsea dan Arsenal, Kamis (30/5) dini hari WIB.
Kejadian ini berlangsung setelah kedua klub Liga Primer Inggris mengembalikan alokasi tiket 6,000 yang tak terjual, dengan jarak dari Inggris ke Azerbaijan yang mencapai 5,000 mil turut mempengaruhi minimnya hasil penjualan tiket.
Tercatat secara resmi ada 51,370 penonton yang menghadiri stadion berkapasitas 68,700 tersebut, dengan UEFA mengonfirmasi jumlah tersebut sebagai angka penonton tertinggi ketiga dalam final Liga Europa.
Dan masyarakat setempat membentangkan spanduk pada akhir pertandingan yang terbaca: "Kami bagian dari sepakbola. Terima kasih kepada UEFA untuk final ini."
Hanya saja menurut laporan Sky Sports, atmosfer pertandingan mereka deskripsikan sebagai sesuatu yang "aneh' dan menyebutnya "tidak mencerminkan seperti sebuah gelaran final Eropa."
Kesenjangan besar tampak di sekitar stadion, dengan terlihat lebih banyak pendukung Arsenal yang hadir ketimbang Chelsea, meski hasil akhir pertandingan dimenangkan oleh The Blues dengan skor 4-1 atas rival London mereka.
The Gunners diyakini memiliki sekitar 4,000 suporter yang memadati stadion, menjual lebih dari 3,000 alokasi tiket untuk mereka dan 500 atau lebih dibeli oleh fans dai seluruh penjuru dunia. Sementara Chelsea menjual sekitar 2,000 dari 6,000 alokasi tiket mereka.
"Baku telah menjadi tuan rumah yang baik tapi usaha untuk menjual tiket tersisa ke masyarakat lokal tidak benar-benar berjalan dan ada minimnya gairah di dalam stadion," sebut Gary Cotterill selaku reporter Sky Sports.
Laga final ditandai dengan manajer Chelsea, Maurizio Sarri mengangkat trofi pertama dalam karier manajerialnya serta isyarat perpisahan Eden Hazard yang kemungkinan besar akan pindah ke Real Madrid pada musim panas ini.




