Timo Werner mengaku dirinya terlalu memikirkan apa kata media selama musim debutnya di Chelsea.
The Blues menggelontorkan dana hingga £47.5 juta demi membeli Werner musim panas lalu. Harapannya, Werner bisa menjadi jawaban atas tumpulnya lini serang Chelsea. Namun, alih-alih solusi, Werner justru menjadi bagian dari masalah dan gagal memenuhi ekspektasi setelah hijrah dari Bundesliga Jerman ke Liga Primer Inggris.
Meski membantu Chelsea menjuarai Liga Champions Eropa 2020/21, Eks bomber RB Leipzig ini kerap dikritik gara-gara kurang tenang di depan gawang. Kini, Werner buka-bukaan soal pertarungan mental yang ia hadapi.
"Menurut saya, yang terpenting dalam sepakbola adalah menjaga mentalitas Anda, jaga agar pikiran Anda bersih dari kebisingan di luar," ujar Werner kepada laman resmi Chelsea.
"Anda harus mengabaikan itu dan berkonsentrasi kepada sepakbola Anda. Tak selalu mudah memang karena Anda bisa [mengakses] media dari telepon genggam Anda, media selalu ada di sekitar Anda dan bisa menunjukkan berbagai hal. Tapi, Anda harus terus maju, di dalam gelembung Anda sendiri, dan hanya memikirkan sepakbola."
"Penting untuk dikelilingi orang-orang yang membantu Anda, dan memberikan Anda kekuatan untuk terus melangkah. Di momen yang bagus mereka bisa mengkritik Anda, sehingga Anda tak merasa sebagai pahlawan."
"Mereka menghentikan Anda di momen bagus, dan mendukung Anda kala mengalami masa yang buruk."
Werner telah mengoleksi 52 penampilan di semua kompetisi bagi Chelsea, kegigihannya untuk berlari di belakang garis pertahanan dan permainan satu-dua yang cerdas membawa dimensi baru bagi serangan timnya.
Pria 25 tahun ini berhasil membukukan 15 assist bagi The Blues musim lalu, tetapi hanya mencetak 12 gol. Ia berharap bisa memperbaiki catatan tersebut di musim mendatang.
Werner juga berkata bahwa pasukan Thomas Tuchel siap mempertahankan mahkota Eropa dan meruntuhkan kampiun Liga Primer Manchester City: "Kami ingin meraih gelar. Gelar yang mana, itu tidak penting."
"Yang terbaik tentu bisa memenangkan Liga Champions lagi, tetapi Liga Primer adalah target besar. Salah satu gelar tersebut adalah target kami."
"Bagi saya pribadi, [saya bertujuan] untuk mencetak gol sedikit lebih banyak ketimbang tahun lalu, yang berjalan kurang baik, tapi saya ingin terus melaju dan membantu tim sebaik mungkin dengan assist dan gol."
