Manajer Chelsea Frank Lampard mengakui The Blues sedang mengalami masa sulit di musim 2022/23, dan hal itu juga pernah dialami sejumlah klub papan atas Liga Primer Inggris.
Chelsea saat ini berada di peringkat 12 klasemen sementara koleksi 39 poin. Mereka hanya berselisih sepuluh angka dari Leicester City yang menempati posisi teratas zona degradasi.
Lampard tidak memungkiri bila Chelsea berada dalam situasi tidak menyenangkan saat ini. Hanya saja, mereka bukan satu-satunya klub papan atas yang pernah mengalami nasib seperti itu.
“Kami sedang dalam momen tidak bagus sekarang. Saya sudah merasakan ini dalam beberapa pekan terakhir, dan saya juga pernah merasakan mungkin sepuluh tahun kesuksesan yang luar biasa di sini [sebagai pemain],” ujar Lampard dalam keterangannya kepada wartawan dikutip laman Football London.
“Menurut saya itu sangat normal jika kalian melihat sejarah semua klub papan atas di liga. Ini memang masa sulit. Calon lawan kami besok (Rabu dini hari WIB) menjadi contoh yang bagus. Mereka ingin bersaing memperebutkan gelar juara yang sudah lama tidak dirasakan, dan sekarang mereka bisa melakukannya.”
“Kita harus bisa menempatkan prespektif di atas itu, dan memahami kami harus mencoba, dan bekerja di semua aspek untuk kembali ke posisi kami sesungguhnya. Itu tidak terjadi di musim ini, tapi masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan.”
Lampard juga menegaskan, situasi ini tidak hanya dirasakan pemain, tetapi juga dirinya sebagai manajer. Kendati demikian, Lampard menegaskan, ia bersama pemain tidak pernah akan menyerah untuk mendapatkan hasil positif.
“Saya berpengalaman sebagai peseppakbola, dan sekarang sebagai manajer. Hasil positif tidak bisa diraih dalam satu malam. Tugas kami adalah bekerja keras untuk mendapatkan performa dan mentalitas di dalam ini, berusaha kembali mendapatkan perasaan nyaman,” tutur Lampard.
“Realitas dalam sepakbola adalah karir Anda tidak selalu dipenuhi kesuksesan. Orang hanya selalu mengingat kesuksesan. Tapi bagian dari pekerjaan ini adalah merasakan masa sulit, bagi sebagai manajer atau pemain. Anda tak pernah bisa mengendalikan hasil akhir, tapi Anda bisa mengendalikan pekerjaan Anda.”




