Real Madrid merontokkan Chelsea di leg pertama perempat-final Liga Champions Eropa, Kamis (7/4) dini hari WIB, dan Karim Benzema lagi-lagi terbukti sebagai pemain paling berbahaya di lapangan, sampai membuat Thomas Tuchel seolah 'mengutuk' anak asuhnya jika tidak mau memperbaiki diri.
Benzema menceploskan hat-trick dalam kemenangan 3-1 di Stamford Bridge dan membawa Los Blancos menjejakkan satu kaki di semi-final.
Kai Havertz mencetak gol balasan buat Chelsea, tetapi secara keseluruhan mereka terlalu banyak membuang-buang peluang, terutama Romelu Lukaku yang bisa dibilang mempertontonkan miss terburuk sepanjang laga di menit ke-68.
Apa kata Tuchel?
"Jangankan Madrid, kami harus ke Southampton dan sangat penting untuk memproses ini," ujar Tuchel kepada BT Sport. "Krusial kami berangkat ke Southampton. Kalau bermain seperti ini terus, kami bakal kalah di Southampton dan kami bakal dibantai di Santiago Bernabeu."
"Ini kekalahan besar. Salah satu paruh pertama terburuk yang pernah saya lihat dari kami di Stamford Bridge. Baik secara individual dan tim, sama sekali tidak cukup. Jauh dari standar kami."
"Ke mana kami mengumpan, bagaimana kami mengumpan, kapan kami menyerang, penguasaan bola... paruh pertama sangat jauh dari standar yang kami tegakkan sendiri, sampai-sampai tidak bisa mengeluh ketika kami kalah."
Tuchel berulang kali 'mengutuk' The Blues dengan berkata bahwa tak ada lagi kesempatan buat bangkit.
"Hari ini, apakah partai ini masih hidup?" tanyanya. "Tidak."
Ditekan lebih jauh apakah pernyataan menyerah tersebut bakal diterima dengan tidak baik oleh skuad Chelsea, dia menjawab: "Kalau mau ditulis, tulis saja."
"Saya lebih mencemaskan Southampton daripada saya mencemaskan Real Madrid pekan depan. Di situ fokus saya."
"Hari ini, apakah kesempatan [lolos] masih hidup? Tidak. Tidak kalau tampil kayak begini."
"Pertama-tama kami harus melawan Southampton dan jika belum membenarkan mindset dan mentalitas, kami tak akan menang di Southampton. Dan partai ini sudah tak bernyawa."
"Jika ada yang berubah, mungkin, tetapi berapa banyak klub di dunia sepakbola yang menang dengan selisih tiga gol? Seberapa sering ini terjadi?"
"Jadi mungkin kami harus realistis dan tak boleh fatalistis dan merasa saya menyampaikan pesan yang keliru. Ayo jujur-jujuran saja. Kami kompetitif dan harus menemukan semangat kompetitif dan kualitas kami, baru kami boleh berharap."
Perspektif Ancelotti
"Kami main bagus," kata manajer Real Madrid Carlo Ancelotti. "Mengendalikan pertandingan dengan apik, build-up yang bagus dari belakang, serangan balik berbahaya. Malam yang bagus tetapi ini baru separuh ronde."
"Bagus sekali. Kami menunjukkan keteraturan defensif yang bagus. Di depan ada performa fantastis dari Benzema. Performa yang bagus."
"Kami memiliki keunggulan. Kami harus menyiapkan laga selanjutnya di La Liga dan Rabu depan akan menjadi laga yang lain lagi. Kami sangat menghormati tim ini yang merupakan juara Liga Champions musim lalu."




