Olivier Giroud menjelaskan alasan di balik keputusannya meninggalkan Chelsea, mengklaim bahwa "Tuhan mau dirinya bermain untuk AC Milan".
Giroud menuntaskan transfernya senilai €2 juta dari Chelsea ke San Siro pada 17 Juli, mengikat masa depannya ke raksasa Italia hingga 2023.
Pemain internasional Prancis itu sekarang bertekad membantu Milan meraih kesuksesan di kompetisi domestik dan Eropa, setelah merasa berada di waktu yang tepat untuk memulai tantangan baru setelah empat tahun berkostum Chelsea.
Giroud secara resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Rossoneri pada Senin (2/8) kemarin, setelah mencetak gol pada debutnya dalam uji coba akhir pekan lawan Nice yang berakhir imbang 1-1.
"Saya memenangkan banyak trofi di setiap klub yang pernah saya bela dan ingin melakukan hal yang sama di sini," ujarnya.
"Saya memiliki target dalam benak saya, namun saya tidak ingin mengumbarnya, karena jika begitu maka akan terlalu banyak tekanan. Anggap saja target final saya adalah untuk sukses bersama Milan."
"Waktunya telah tiba untuk meninggalkan Chelsea dan menjelajahi liga baru. Tuhan ingin saya bermain untuk Milan. Ini adalah salah satu klub terbesar di dunia dan saya sangat percaya dengan proyek di sini."
"Kami memiliki apa yang dibutuhkan untuk bisa menjalani kampanye Liga Champions yang sangat bagus."
Giroud mewarisi kostum bernomor punggung 9 yang tersohor di Milan, meski belakangan terbukti sebagai "kutukan" bagi beberapa striker berpengalaman sejak ditinggalkan oleh Fillipo Inzaghi yang pensiun pada 2012.
Gonzalo Higuain, Luiz Adriano dan Fernando Torres semuanya gagal mengikuti jejak sang legenda klub, namun Giroud sebagai pemilik baru nomor tersebut menegaskan ia akan bisa mengatasi beban ekspektasi.
"Saya tidak percaya takhayul, nomor kostum tidak bisa mengubah cara saya bermain. Striker seperti Inzaghi, Marco van Basten dan Jean-Pierre Papin mengenakan jersey ini untuk Milan, tapi saya tidak merasakan tekanan," tandas pemain 34 tahun itu.


