Ralf Rangnick dicurigai mengendalikan Manchester United dari jauh saat menahan imbang Chelsea 1-1, Minggu (28/11), tetapi Michael Carrick membantahnya.
Tim tamu mencuri keunggulan lewat Jadon Sancho meski cuma mencatatkan tiga tembakan sepanjang pertandingan di Stamford Bridge, dan berhasil mempertahankan satu poin setelah penalti Jorginho menyamakan kedudukan.
Rangnick - sosok mentor bos Chelsea Thomas Tuchel - diprediksi akan segera menjadi pelatih interim penerus Ole Gunnar Solskjaer, tetapi Carrick menepis kecurigaan bahwa ia mendapatkan masukan taktik dari pria Jerman itu.
"Enggak, enggak seperti itu," ujar Carrick kepada BBC Sport saat ditanya apakah Rangnick memberi masukan untuknya sepanjang laga. "Sejujurnya [saya] agak kecewa. Kami unggul, kami ke sini untung menang. Rasanya mengecewakan ketika unggul 1-0 lalu [keunggulan tersebut] direbut."
"Niat dan rasa lapar kami bisa merangkum penampilan hari ini. Kami tahu kami tidak bisa selalu memainkan sepakbola yang terbebas tetapi kami sudah siap untuk berjuang. [Sancho] mampu mencetak gol dan saya ikut senang. Ia melakoni beberapa laga dengan baik."
Carrick menambahkan bahwa hasil imbang ini terasa menyedihkan karena ia lebih memilih untuk berada di pinggir lapangan bersama mantan bos dan kawannya, Solskjaer.
"Rasanya campur aduk karena jika semuanya berjalan lancar, saya tidak perlu berada di sini. Saya merasa kami buang-buang kesempatan karena dua kemenangan akan terasa lebih baik."
Dengan Rangnick bakal diresmikan sebentar lagi, pendekatan taktik United akan dirombak besar-besaran dari era Solskjaer.
Meski Ole berhasil merehabilitasi identitas The Red Devils setelah rezim Jose Mourinho, kegagalannya berkembang dari finis kedua musim lalu di Liga Primer Inggris dan Liga Europa membuatnya terkena kapak pemecatan.
United kini bakal berharap penerusnya bisa memberikan hasil yang serupa dengan apa yang Tuchel capai bersama Chelsea saat ia tiba di tengah musim menggantikan Frank Lampard dan memandu mereka memenangkan Liga Champions Eropa.




