Chelsea resmi meluncurkan jersey away untuk kompetisi musim 2019/20 dengan terinspirasi oleh budaya Mod.
The Blues akan merayakan sejarah mode London setiap kali tim bertanding pada musim ini. Jersey tandang itu terinspirasi budaya Mod yang berkembang pesat di King's Road, yang hanya berjarak dekat dari Stamford Bridge, pada tahun 1960-an.
Mod adalah sebuah subkultur yang dilatarbelakangi oleh kaum muda kelas pekerja di London. Hal itu ditandai dengan kumpulan orang yang membentuk suatu budaya baru dengan cara berpakaian, musik, dan kendaraan tertentu (scooter).
Jeysey away baru Chelsea berupa kaos polo putih nan bersih yang lengkap dengan kerah kancing. Kerah ini berisi garis-garis merah dan buru serta diikat di tengahnya dengan dua tombol, yang masing-masing tertulis dengan frasa: "The Pride of London."
"Kit ini sangat indah, dengan begitu banyak sentuhan yang bagus," ujar striker Chelsea Wanita Fran Kirby.
"Saya tahu sedikit tentang mode dan budaya Mod, dan Anda bisa lihat pengaruhnya pada kit. Saya pikir ini adalah baju yang bisa Anda pakai untuk permainan, tapi juga untuk situasi apa pun, dan saya yakin para fans akan menyukainya."
Lengan jersey juga berisi warna merah dan biru, sedangkan tampilan juga dilengkapi dengan celana pendek putih dan kaos kaki Chelsea berawarna biru. Kaos kaki memiliki garis--putih, merah, putih--di tengah betis, yang membangkitkan ingatan pada simbol target Mod yang terkenal.
"Konsep yang kami buat adalah penghormatan kepada Mod London tahun 1960-an dan gaya tajam mereka," ujar Pete Hoppins, direktur desain senior Nike Football Apparel.
"Itu sungguh datang bersamaan melalui polo putih yang ikonik, diakhiri dengan garis-garis merah dan biru dari warisan Chelsea. Kami merasa kit ini akan membuat para pemain merasa sangat tajam ketika bermain di lapangan."


