Thomas Tuchel mengakui, kesuksesan Chelsea di pertandingan leg kedua perempat-final Liga Champions lawan Porto, Rabu (14/4) dini hari WIB, mungkin tidak menarik bagi sebagian besar penonton, namun ia tetap senang melihat bagaimana timnya melaksanakan rencana taktisnya.
The Blues menelan kekalahan 1-0 lewat gol telat Mehdi Taremi, namun klub asal London itu berhak lolos ke semi-final berkat keunggulan agregat 2-1.
Di pertandingan ini, Chelsea melakukan pendekatan bertahan sehingga membuat Porto hanya memiliki dua shot on target. Taktik ini terbukti manjur.
Tuchel menyebut tendangan overhead Taremi di masa injury time adalah "beruntung" dan sang manajer menyebut bahwa timnya hampir sempurna dalam penampilan di lini belakang.
"Sangat menyenangkan menyaksikan mereka bertarung dan berada di pinggir lapangan bersama mereka untuk melihat mereka lolos," ujar Tuchel kepada BT Sport.
"Kami menerima bahwa yang dibutuhkan adalah pertarungan yang sulit. Mungkin di televisi itu tidak terlalu bagus untuk ditonton, tapi dari sisi lapangan, itu adalah permainan yang sangat intens, permainan yang sangat cepat."
"[Porto] menyerang dengan cara yang mengalir dan agresif. Mereka mengubah posisi sepanjang waktu. Mereka datang dari belakang, mereka saling overlap dan Anda harus beradaptasi dengan banyak gerakan. Dengan setiap menit, kami melakukan dengan lebih baik, lebih baik setelah awal yang sulit."
"Kami bertahan dengan bagus dan pantas mendapatkan clean sheet. Kami memiliki peluang yang lebih baik, meski tidak banyak, tapi setengah peluang yang lebih baik. Kami tidak bisa menyelesaikan dengan gol, jadi kami harus bertahan di sana dan orang-orang melakukannya."
"Secara keseluruhan, kami pantas mengalahkan Porto. Itu adalah 180 menit yang sulit."
Di leg pertama, Chelsea menang 2-0 di Porto dengan dua gol dicetak Mason Mount dan Ben Chilwell.




