Manajer Chelsea, Graham Potter, mengungkapkan bahwa ia telah menerima pesan kematian yang ditujukan untuknya dan keluarga seiring performa buruk The Blues.
Potter kesulitan mengembangkan Chelsea sejak ditunjuk menggantikan Thomas Tuchel pada September lalu.
Meski dimodali komposisi skuat mentereng di era Todd Boehly, Chelsea arahan Potter masih tercecer di urutan kesepuluh klasemen sementara Liga Primer Inggris dan hampir pasti gagal finis di empat besar.
Tekanan kepada mantan bos Brighton itu makin menjadi setelah Chelsea dipermalukan tim juru kunci Southampton 1-0 di Stamford Bridge, pekan lalu.
Terdekat, Thiago Silva dkk. bakal melakoni Derbi London kontra Tottenham Hotspur pada pekan ke-25 di Spurs Stadium, Minggu (26/2).
"Jika Anda pergi bekerja dan seseorang memaki Anda, itu tidak akan menyenangkan. Apalagi jika Anda disebut sebagai orang terburuk dalam sejarah klub," ucap Potter dalam sesi jumpa pers pralaga.
"Saya ingin sukses di sini. Ada omong kosong yang tidak saya pedulikan. Tanggapan saya adalah, 'Di mana bukti Anda tentang itu?'."
"Bukannya saya akan membiarkannya, tapi Anda bisa bertanya kepada keluarga saya bagaimana kehidupan saya dan mereka selama (saya di Chelsea) ini. Itu sama sekali tidak menyenangkan."
"Itu jelas tidak menyenangkan, bahkan saya menerima beberapa surel yang berharap saya mati dan menginginkan anak-anak saya mati," pungkasnya.
Potter berada di ujung tanduk jika Chelsea kembali kalah dari Spurs. Maklum, The Blues cuma sekali menang dalam 10 laga terakhir di lintas ajang dengan hanya mencetak empat gol!


