Graham Potter Chelsea 2022-23Getty Images

Bos Chelsea Graham Potter: Dua Bulan Lalu, Saya Masuk Daftar Pelatih Top!

Manajer Chelsea, Graham Potter, mengakui bahwa ia belum mampu menemukan formula terbaik untuk permainan The Blues.

Potter berada dalam tekanan ekstra setelah Chelsea hanya memenangkan satu dari tujuh pertandingan terakhir mereka di lintas ajang dan satu dari delapan laga terkini mereka di Liga Primer Inggris.

Kekalahan beruntun dari Manchester City bahkan bikin para suporter Chelsea meneriakkan nama pendahulu Potter, Thomas Tuchel.

"Anda tahu bahwa sepakbola itu emosional. Ketika Anda kalah, Anda merasakannya; Anda merasakan sakit; Anda merasakan penderitaan; Anda merasakan ketidaknyamanan," ucap Potter.

"Kadang-kadang sulit untuk memahami 'mengapa', dan lebih mudah menyalahkan seseorang. Saya duduk di sini mengatakan bahwa saya tidak benar-benar sempurna, jadi (kritik) mereka tidak sepenuhnya salah, tapi saya pikir itu selalu sangat kompleks."

"Anda hanya mencoba untuk berpikir. Anda mencoba mengingat bahwa Anda mampu; Anda mencoba mengingat bagaimana Anda sampai di sini."

“Dua bulan lalu, saya dianggap sebagai pelatih top. Jika Anda mempertimbangkan orang-orang yang pernah menjadi lawan dan bermain bersama, mereka mungkin akan mengatakan hal yang sama."

"Tapi pada saat yang sama, saya mengakui hasil yang kami peroleh belum cukup baik. Anda harus menerima dan menghadapinya sebaik mungkin," pungkasnya.

Tercecer di urutan kesepuluh klasemen sementara Liga Primer, skuat Potter pun kini tengah dirongrong badai cedera sembilan pemain! Mereka yakni: N'Golo Kante, Reece James, Wesley Fofana, Ben Chilwell, Armando Broja, Ruben Lofthus-Cheek, Raheem Sterling, Christian Pulisic, dan kiper Edouard Mendy.

Terdekat, Chelsea akan melakoni Derbi London Barat kontra Fulham pada laga tunda pekan ketujuh di Craven Cottage, Jumat (13/1) dini hari WIB alias sebelum menjamu Crystal Palace, Minggu (15/1).

Iklan