Manajer Brighton, Roberto De Zerbi, mengaku bersimpati kepada Graham Potter sekaligus memuji warisan timnya bersama The Seagulls.
Potter meninggalkan Brighton untuk mengambil kendali di Stamford Bridge September lalu menyusul keputusan The Blues untuk memecat Thomas Tuchel.
Akhir pekan lalu, pelatih asal Inggris itu dipecat usai hanya enam bulan memimpin imbas gagal mengangkat performa Chelsea yang kini tercecer di urutan ke-11 klasemen sementara Liga Primer Inggris.
Sebaliknya, De Zerbi sukses meneruskan awal musim Brighton yang mengesankan dari era Potter. Pelatih asal Italia itu mampu menjaga Kaoru Mitoma dkk. dalam persaingan ke zona Eropa.
"Saya sangat menyesali (atas fakta pemecatan Potter)," ucap De Zerbi di hadapan wartawan, Senin (3/4).
“Ini adalah kabar buruk bagi para pelatih. Saya pikir Anda harus lebih respek kepada para pelatih."
"Para pemain memang yang terpenting, tapi saya tidak suka ketika pelatih dipecat, karena tanggung jawab tidak hanya ada pada mereka."
"Bagi para pemain dan klub, ini bukan kabar baik. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Graham Potter. Saya memiliki tim dengan sikap dan mentalitas yang sangat baik."
"Sulit ketika Anda tidak mengetahui situasi atau ruang ganti tim lain. Saya tidak suka berbicara tentang tim dan pelatih lain. Kami turut bersedih," imbuh juru taktik asal Italia itu.
Terdekat, Brighton—yang stabil di posisi enam klasemen—akan menghadapi Bournemouth pada laga tunda pekan ketujuh Liga Primer Inggris di Stadion Vitality, Rabu (5/4) dini hari WIB.
