Kekalahan kedua berturut-turut di Liga Primer Inggris membuat Arsenal menjalani awal musim terburuk mereka dalam 118 musim dan 128 tahun mereka berkompetisi di liga.
Setelah kalah 2-0 dari Brentford pada laga perdana musim ini pekan lalu, The Gunners kembali takluk dengan skor yang sama kali ini dari rival London lainnya, Chelsea, Minggu (22/8).
Atmosfer di Emirates Stadium pun terasa suram, karena mereka tahu bahwa telah mencapai titik terendah baru dalam sejarah klub dan harus bergegas untuk bangkit.
Arsenal sama sekali kesulitan mengimbangi permainan Chelsea selama 90 menit, memudahkan pasukan Thomas Tuchel untuk membawa pulang tiga poin.
Romelu Lukaku menandai pertandingan pertamanya kembali ke Chelsea dengan sebuah gol pada menit ke-15, yang kemudian digandakan oleh Reece James di babak kedua.
Hasil tersebut membuat Arsenal terpuruk di posisi kedua dari bawah klasemen, sebagai salah satu dari lima tim yang melum mencatatkan satu pun poin di Liga Primer musim 2021/22 ini. Hanya unggul dari Norwich City di bawah mereka dengan selisih gol.
Sejak 1992, The Gunners belum pernah berada di zona degradasi setelah melewati satu pertandingan dalam semusim kompetisi. Lebih jauh, dengan catatan dua kekalahan, tanpa memasukkan gol dan kebobolan dua, ini adalah torehan awal liga terburuk dalam sejarah klub.
Terakhir kali Arsenal memiliki prestasi buruk serupa adalah pada 1893. Fakta ini jelas membuat fans khawatir dengan masa depan klub di bawah manajer Mikel Arteta, terlebih usai gagal lolos ke kompetisi Eropa.




