Mantan bek Chelsea, Antonio Rudiger, mengungkapkan bagaimana ia harus sekuat tenaga untuk membangunkan atmosfer fans selama di Stamford Bridge.
Rudiger jadi pilar Chelsea sejak era kepelatihan Thomas Tuchel. Tapi, bek berusia 29 tahun itu menolak kontrak baru dan hengkang dengan status bebas transfer ke klub raksasa Spanyol, Real Madrid.
Kini, pemain asal Jerman itu mempertaruhkan hubungan dengan mantan pendukung klubnya tersebut setelah blak-blakan ia kerap beringkah konyol di lapangan untuk memicu reaksi dari tribune. Ia mengatakan bahwa para suporter The Blues terlalu pendiam.
Salah satu aksi Rudiger yang “membangunkan” Stamford Bridge yakni saat ia memprovokasi pemain Newcastle United dalam kemenangan Chelsea 1-0 musim lalu via gol Kai Havertz pada menit ke-88.
“Saya akan jujur: Saya sengaja menggoda pemain lawan karena stadion terlalu sepi selama pertandingan,” ucap Rudiger dalam interviu bersama media Jerman, Sport1, Rabu (21/9).
"Saya ingin membangunkan [atmosfer] para pendukung dengan aksi tersebut.”
“Saya suka menganalisa lawan dan berpikir: 'Oke, mari kita lihat bagaimana reaksi mereka jika saya sedikit melakukan provokasi’.”
“Tapi itu bukan berarti saya memilih seseorang sebelum setiap pertandingan untuk saya provokasi. Itu terjadi secara spontan.”
“Saya juga menyukai dan membutuhkan perang urat syaraf dan adu mulut dengan lawan, itu adalah hal menyenangkan bagi saya,” pungkasnya.
Aman dikatakan, Stamford Bridge merupakan salah satu stadion paling bersejarah di Inggris dengan kapasitas 41.837 tempat duduk.
Adapun Rudiger membela Chelsea pada periode 2017–2022. Bersama The Blues, pemain asal Jerman itu memenangkan gelar Liga Champions, Liga Europa, Piala FA, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Eropa.
