Chelsea mempertontonkan performa terbaik mereka musim ini saat menghajar AC Milan 3-0 di laga fase grup Liga Champions Eropa, Kamis (6/10) dini hari WIB.
Belum sekalipun tampil meyakinkan sepanjang 2022/23, The Blues menyambut kehadiran Rossoneri di Stamford Bridge tanpa didapuk unggulan mutlak.
Memang agak tersendat di babak pertama, tapi pasukan Graham Potter berhasil melebihi ekspektasi dengan memberondong gawang Milan, yang tengah diterpa krisis cedera, tiga gol tanpa balas.
Jalannya pertandingan
Berstatus tamu, AC Milan justru lebih sering menyerang di awal pertandingan. Sayangnya usaha-usaha pasukan Stefano Pioli tak membuahkan ancaman berarti.
Menit demi menit, Chelsea mulai merebut kontrol dari Rossoneri dan mampu mencuri kesempatan untuk lebih proaktif. Puncaknya di menit 20-an, mereka mendapatkan tiga situasi bola mati beruntun (satu perekik dua sepak pojok) dengan Thiago Silva memenangkan semua duel udara. Di set-piece ketiga, tandukan Silva memicu kemelut di gawang Milan, sehingga memungkinkan Wesley Fofana menceploskan bola melewati Ciprian Tatarusanu dengan mudahnya.
GettyUnggul, kegugupan The Blues di awal laga perlahan pudar dan mereka lebih pede mengalirkan bola. Namun justru kebrilianan Rafael Leao di tengah-tengah kendali tuan rumah mampu menciptakan peluang emas buat Milan beberapa detik sebelum turun minum.
Ia mampu melewati tiga hadangan pemain Chelsea sebelum meneruskan bola ke Charles De Ketelaere, yang langsung menyonteknya di muka gawang. Reaksi Kepa Arrizabalaga lebih unggul, meski bola jatuh ke kaki Rade Krunic yang tak bisa mengarahkan tenedangannya ke gawang.
Rasanya peluang emas itu akan sangat Krunic sesali, karena di babak kedua Chelsea ganti ke gigi tinggi dan langsung tancap gas.
Pierre-Emerick Aubameyang menggandakan keunggulan pasukan Graham Potter di menit ke-56 dengan gol tap-in. Reece James mendapat ruang dan waktu untuk melepaskan crossing apik dari kanan, Fikayo Tomori gagal menghalaunya dan Aubameyang menyelesaikannya dengan mudah ke gawang sang mantan.
Lima menit kemudian, sang pemberi assist gantian menjadi pencetak gol. Raheem Sterling mengumpan bola ke James yang melakukan overlap, bek kanan timnas Inggris itu menjaga ketenangannya dengan mengontrol bola terlebih dahulu sebelum menyikat bola ke atap gawang Milan.
James menjadi pemain termuda (22 tahun 301 hari) Chelsea yang mencetak gol dan assist di satu laga Liga Champions.
Ini menjadi kemenangan perdana Chelsea, dan pasukan Potter langsung merangkak naik ke peringkat dua Grup E dari dasar klasemen dengan koleksi empat poin. Sementara itu Milan harus tergeser ke peringkat tiga, dengan RB Salzburg menghuni puncak usai membungkam Dinamo Zagreb.
Susunan pemain
Chelsea (3-4-3): Kepa Arrizabalaga; Wesley Fofana, Thiago Silva, Kalidou Koulibaly; Reece James, Ruben Loftus-Cheek, Mateo Kovacic, Ben Chilwell; Mason Mount, Pierre-Emerick Aubameyang, Raheem Sterling.
AC Milan (4-2-3-1): Ciprian Tatarusanu; Sergino Dest, Pierre Kalulu, Fikayo Tomori, Fode Ballo-Toure; Ismael Bennacer, Sandro Tonali; Rade Krunic, Charles de Ketelaere, Rafael Leao; Olivier Giroud.




