Makan Konate - Arema FCAbi Yazid / Goal

Liga 1 2019: Cetak 'Hat-Trick', Makan Konate Bawa Pulang Bola Pertandingan


LIPUTAN  ABI YAZID   DARI MALANG Ikuti di twitter


Keberhasilan mencetak hat-trick kala Arema FC menggasak Perseru Badak Lampung FC 4-1 di Stadion Kanjuruhan, Selasa (16/7) malam WIB, dalam lanjutan Liga 1 2019 dianggap sebagai momen spesial bagi Makan Konate.

Gelandang Arema ini membawa pulang bola pertandingan untuk dijadikan hadiah kepada sang istri. Walau sempat dilarang, panitia pelaksana (panpel) pertandingan akhirnya mengizinkan Konate membawa bola tersebut.

“Terima kasih banyak kepada Tuhan. Target pertama tiga poin terpenuhi. Saya juga senang bisa mencetak tiga gol. Saya membawa bola, karena di liga lain hal ini sudah menjadi kebiasaan untuk pemain yang membuat tiga gol. Ini untuk kenangan saya,” tutur Konate.

“Ini adalah hadiah untuk istri saya, karena selalu memberikan dukungan. Sebelum pertandingan dia selalu memberikan kemenangan. Saya janji kalau mencetak gol sujud kepada Tuhan, dan mencium cincin tunangan.”

Sementara itu, pelatih Milomir Seslija memuji penampilan tim besutannya. Milo mengatakan, kemenangan ini merupakan buah kerja keras pemain yang berusaha memberikan terbaik untuk tim. Milo pun memuji Makan Konate yang tampil energik untuk mencetak tiga gol.

“Kami menampilkan permainan yang cukup bagus dengan memainkan pressing ketat, sehingga ada dua gol cepat dari kami. Sempat kami melakukan kesalahan hingga lawan mencetak gol. Tapi di babak kedua kami mampu menciptakan dua gol bagus dari kerjasama dan tendangan bebas fantastis,” terangnya.

“Tidak mudah bagi kami mendapatkan sembilan poin dari tiga pertandingan setelah kalah melawan TIRA Persikabo. Permainan kami membuat mereka hanya memiliki satu peluang saja. Terima kasih kepada Aremania, sayang tidak banyak yang menonton pertandingan ini.”

Meski menang, nada sumbang datang dari tribune. Aremania menyanyikan lagu yang isinya menanyakan keberadaan Pavel Smolyachenko, karena hingga laga ketujuh belum juga diturunkan. Milo menjelaskan, dalam menurunkan pemain selalu sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Mungkin Pavel akan mendapatkan kesempatan, karena Jayus akumulasi kartu. Semua tergantung kepada Pavel, karena di posisi dia ada empat pemain dengan tipikal sama. Jika posisi sama dimainkan semuanya, itu tidak mungkin. Duet Jayus dan Hendro sangat bagus. Jadi saya pikir rotasi dengan tujuan untuk menggantikan yang sudah baik adalah salah. Rotasi itu untuk memenangkan pertandingan,” bebernya. (gk-48)

SIMAK JUGA: KLASEMEN LIGA 1 2019!

Iklan