Cesc Fabregas menjelaskan mengapa dia lebih memilih Como di Serie B Italia daripada Major League Soccer (MLS), dan menyebut transfernya itu sebagai "salah satu tantangan terpenting dalam karir".
Mantan gelandang Arsenal, Chelsea, dan Barcelona itu bergabung ke Como dengan status bebas transfer setelah dilepas AS Monaco akhir musim lalu.
Bersama Como, tim yang baru dipromosikan ke Serie B, pemain asal Spanyol berusia 35 tahun itu sudah meneken dua tahun kontrak hingga Juni 2024.
Fabregas tidak hanya melanjutkan karier bermainnya, karena baik dia maupun agennya juga telah membeli saham di klub.
Fabregas mengaku diyakinkan oleh mantan rekan setimnya di Chelsea, Dennis Wise, yang saat ini menjabat sebagai CEO di Como.
"Saya datang ke sini untuk bermain dengan cara terbaik dan memenangkan sebanyak mungkin pertandingan. Ini adalah prioritas saya, dan jika saya merasa itu tidak lagi terjadi, saya akan gantung sepatu," ujar Fabregas dalam konferensi pers presentasinya, seperti dikutip Football Italia.
"Saya ingin membawa Como ke tempat yang pantas mereka dapatkan, di Serie A. Saya memutuskan untuk datang ke sini karena berbagai alasan. Saya menginginkan proyek yang akan memberi saya antusiasme, saya tidak tertarik pada uang. Bijaksana adalah yang paling meyakinkan dan saya melihat masa depan jangka panjang untuk klub ini."
"Saya pikir ini adalah salah satu tantangan terpenting dalam karier saya."
Fabregas menyebut Como mewakili "proyek yang lebih baik daripada tawaran MLS".
Ini adalah pengalaman sepakbola Italia pertama Fabregas, meski dia mengakui ada panggilan dekat di masa lalu.
"Ketika saya berusia 29 tahun dan di puncak saya, saya memiliki tiga tahun tersisa di kontrak saya bersama Chelsea dan Milan menginginkan saya. Saya tahu bahwa saya bisa membuat [Antonio] Conte berubah pikiran dan saya sangat bangga mengambil kesempatan itu. Conte mendorong saya melampaui batas saya dan saya akan selalu berterima kasih padanya untuk itu," ujar Fabregas lagi.
Como merupakan klub yang dijalankan dua bersaudara terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.
.png?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)



