Bek Juventus Giorgio Chiellini menyanjung Sergio Ramos sebagai bek terbaik di dunia karena karakter keras dan liciknya, yang tercermin saat ia mencederai bintang Liverpool Mohamed Salah di final Liga Champions 2017/18.
Chiellini menilai, Ramos memang tahu apa yang dilakukannya ketika ia menjatuhkan Salah di awal laga, yang membuat winger Mesir itu mengalami cedera bahu dan harus ditarik keluar. Madrid kemudian menjadi juara Eropa setelah menang 3-1 dalam laga yang lebih dikenang karena blunder fatal kiper The Reds Loris Karius.
"Para pengkritik bilang bahwa dia bertindak secara impulsif, tidak taktis, dan membuat timnya kebobolan lebih banyak gol," kata Chiellini dalam otobiografinya 'I Giorgio' seperti dinukil AS.
"Dia adalah bek yang berteknik tinggi dan mungkin bisa jadi striker. Namun, dia memiliki dua karakter yang hanya sedikit pemain yang memilikinya."
"Pertama, dia tahu caranya untuk bisa jadi pemain yang menentukan dalam laga-laga penting. Dia mampu membuat intervensi yang sering tak masuk akal, bahkan sampai membuat lawan cedera sehingga membuatnya seperti orang licik dan jahat."
"Insidennya dengan Salah sungguh sangat cerdas. Dia selalu mengatakan bahwa dia tidak bermaksud untuk mencederainya, tapi dia tahu bahwa menjatuhkan lawan dengan cara seperti itu 90 persen akan membuat lawan cedera."
"Kedua, dia mampu memberikan pengaruh besar lewat kehadirannya. Tanpa dirinya, pemain seperti Raphael Varane, Dani Carvajal, dan Marcelo akan terlihat seperti kumpulan pemain bocah dari tim Primavera. Tanpa dirinya, Madrid seperti tak punya pertahanan."
Chiellini kemudian mencontohkan kekalahan Madrid 4-1 dari Ajax di Liga Champions musim lalu sebagai bukti dari vitalnya keberadaan Ramos. Seperti diketahui, Ramos terkena akumulasi kartu sehingga tak bisa tampil di laga 16 besar itu. "Andai dia bermain di Bernabeu [vs Ajax], Madrid pasti tidak akan kebobolan dengan margin tiga gol. Saya berani bertaruh," imbuhnya.
