OLEH FARABI FIRDAUSY
CEO dari Bhayangkara FC (BFC), Royke Lumowa, menyebut Bhayangkara sebagai tim sepakbola profesional yang unik. Hal itu diungkapkan Royke pada peluncuran tim berjuluk The Guardian , Jumat (23/2) siang, di Jakarta.
"BFC ini adalah unik. Kalau tim lain punya semangat kedaerahan, ada Bali United dengan Bali, Persija dengan Jakarta, Persebaya yaitu Surabaya. Kalau BFC ini di mana? Semangat BFC itu dari Sabang sampai Merauke. Jadi itulah uniknya, di mana-mana," ucap Royke ketika memberi sambutan.
Musim lalu, Bhayangkara secara mengejutkan mampu menjadi juara Liga 1 . Mereka bersaing ketat dengan Bali United yang akhirnya menjadi runner-up , berbagi poin sama (68), namun Bhayangkara unggul head-to -head .
Sebenarnya Bhayangkara punya hak mewakili Indonesia di kompetisi Asia karena menduduki posisi akhir, namun mereka terganjal syarat lisensi klub profesional AFC. "Kami akan berusaha tampil di AFC musim nanti, kami coba lebih rapi lagi. Masalah administrasi untuk lisensi itu bisa kami selesaikan."
Tahun 2018 tak akan mudah bagi Bhayangkara untuk bisa mempertahankan gelar juara mereka. Banyak pemain andalan yang memilih hengkang, seperti Evan Dimas dan Ilha Udin yang ke Malaysia, atau Ilija Spasojević.
Pihak Bhayangkara pun memilih untuk lebih visioner soal pencapaian musim ini, yakni mulai mengembangkan bibit-bibit muda di tiap daerah. "Kami sudah membangun akademi di Papua untuk mulai memunculkan embrio-embrio baru. Saya berharap Polda lain juga ikut membangun akademi nantinya."


